Upacara HAB, Amsakar Tekankan Kerukunan dan Penguasaan Teknologi
Franklin County News — Wali Kota Padang, Amsakar Achmad, menekankan pentingnya kerukunan sosial dan penguasaan teknologi dalam upacara Hari Amal Bakti (HAB) Kementerian Agama (Kemenag) yang digelar di halaman kantor Kemenag Padang, Senin (4/1/2026). Dalam pidatonya, Amsakar menyebut bahwa dua hal ini menjadi fondasi utama untuk membangun masyarakat yang harmonis, produktif, dan siap menghadapi tantangan era digital.
Upacara HAB Kemenag, yang rutin digelar setiap tahun, menjadi momentum untuk mengevaluasi peran pemerintah, tokoh masyarakat, dan warga dalam memajukan nilai-nilai agama, toleransi, dan inovasi teknologi di berbagai sektor. Tahun ini, tema yang diangkat menekankan sinergi antara kerukunan umat dan kemajuan teknologi sebagai pondasi pembangunan daerah.
Kerukunan Sosial sebagai Pilar Utama
Dalam amanatnya, Amsakar mengingatkan bahwa kerukunan sosial merupakan fondasi penting dalam kehidupan bermasyarakat.
“Kerukunan bukan hanya soal toleransi, tetapi juga kolaborasi aktif antar kelompok, suku, dan agama,” ujarnya.
Ia menambahkan, kota Padang memiliki keberagaman budaya dan agama yang kaya. Untuk menjaga keharmonisan, setiap warga harus mampu menghargai perbedaan, mengedepankan komunikasi, serta menumbuhkan empati.
“Kerukunan adalah modal utama kita menghadapi era modern yang penuh dinamika,” tegasnya.
Amsakar juga mengajak seluruh aparatur pemerintah, tokoh agama, dan masyarakat untuk aktif dalam program sosial yang memperkuat solidaritas, seperti kegiatan gotong royong, pendidikan karakter, dan dialog antar komunitas.
Penguasaan Teknologi sebagai Kunci Kemajuan
Selain kerukunan, Amsakar menekankan pentingnya penguasaan teknologi sebagai syarat untuk menghadapi tantangan abad ke-21. Menurutnya, teknologi tidak hanya alat, tetapi juga medium untuk meningkatkan produktivitas, inovasi, dan pelayanan publik.
Ia menyoroti peran teknologi digital dalam pendidikan, pemerintahan, dan ekonomi kreatif. Mahasiswa, pelajar, dan generasi muda diharapkan mampu menguasai literasi digital, memahami data, serta memanfaatkan teknologi untuk inovasi.
“Penguasaan teknologi adalah kunci agar kita tidak tertinggal di tengah revolusi industri 4.0 dan era digitalisasi,” kata Amsakar.
Sinergi Kerukunan dan Teknologi dalam Pembangunan
Amsakar menegaskan bahwa kerukunan sosial dan penguasaan teknologi harus berjalan beriringan. Masyarakat yang rukun akan lebih mudah berkolaborasi, sementara penguasaan teknologi memungkinkan kolaborasi tersebut lebih efektif.
Contohnya, program layanan masyarakat berbasis digital, platform edukasi daring, dan aplikasi pelaporan lingkungan dapat berjalan optimal bila masyarakat bersatu dan memahami teknologi. Integrasi ini diyakini dapat mempercepat pembangunan kota yang inklusif, transparan, dan inovatif.
Peran Pemerintah dan Masyarakat
Dalam kesempatan yang sama, Amsakar mengajak aparatur pemerintah, tokoh agama, dan organisasi kemasyarakatan untuk aktif mendukung dua agenda ini. Pemerintah kota akan terus mendorong pelatihan literasi digital, program inovasi teknologi untuk pelayanan publik, dan kegiatan sosial yang menumbuhkan kerukunan.
Sementara itu, masyarakat diajak untuk berperan sebagai agen perubahan, menjaga toleransi, serta memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan kualitas hidup. Kolaborasi antara pemerintah dan warga diharapkan dapat menciptakan ekosistem kota yang harmonis, produktif, dan modern.
Upacara HAB: Momentum Refleksi dan Aksi
Upacara Hari Amal Bakti Kemenag sendiri merupakan momentum refleksi bagi pemerintah dan masyarakat dalam menilai capaian tahun sebelumnya serta menetapkan langkah strategis ke depan. Tahun ini, Amsakar mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak hanya merayakan secara simbolis, tetapi juga mengimplementasikan nilai-nilai HAB dalam kehidupan sehari-hari.
Acara tersebut dihadiri oleh pejabat Kemenag, tokoh masyarakat, pelajar, mahasiswa, dan masyarakat umum. Berbagai kegiatan pendukung, seperti lomba inovasi teknologi pendidikan, seminar kerukunan umat beragama, dan pameran digital, turut digelar untuk menghidupkan semangat HAB.
Inspirasi dari Kota Padang
Padang menjadi contoh daerah yang mampu menyeimbangkan nilai sosial dan kemajuan teknologi. Melalui berbagai program inovatif, mulai dari pelayanan publik berbasis aplikasi, platform pendidikan daring, hingga forum dialog antar-komunitas, kota ini menunjukkan bahwa kerukunan dan teknologi bisa berjalan beriringan.
Amsakar berharap inspirasi ini bisa menjadi model bagi daerah lain di Indonesia. Dengan pendekatan yang terintegrasi, masyarakat tidak hanya menikmati kemajuan teknologi, tetapi juga menjaga nilai-nilai sosial dan harmonisasi antar warga.
Tantangan dan Strategi Ke Depan
Meski banyak pencapaian, tantangan tetap ada. Masih terdapat kesenjangan literasi digital, risiko konflik sosial, serta kebutuhan untuk menjaga keamanan data dalam implementasi teknologi.
Strategi Amsakar ke depan mencakup:
- Program literasi digital untuk pelajar, mahasiswa, dan masyarakat umum
- Pelatihan keterampilan teknologi bagi aparatur pemerintah
- Kegiatan sosial dan dialog lintas komunitas untuk memperkuat kerukunan
- Pengembangan platform digital untuk pelayanan publik yang lebih transparan dan inklusif
Dengan langkah-langkah ini, kota Padang berupaya memastikan bahwa kerukunan sosial dan teknologi berjalan selaras demi kemajuan bersama.
Kerukunan dan Teknologi sebagai Pilar Pembangunan
Pidato Wali Kota Amsakar dalam upacara HAB Kemenag menekankan bahwa kerukunan dan penguasaan teknologi bukan pilihan, melainkan kebutuhan. Kerukunan sosial menjadi fondasi, sementara teknologi menjadi alat strategis untuk mempercepat inovasi dan pembangunan.
Kolaborasi antara pemerintah, tokoh masyarakat, dan warga akan menentukan keberhasilan program ini. Dengan komitmen kuat, kota Padang diharapkan menjadi model pembangunan yang harmonis, inovatif, dan adaptif di era digital.
