UNM dan BSN Bersinergi Hadirkan Standardisasi di Kampus Digital
Franklin County News — Dalam era transformasi digital yang begitu cepat dan kompetitif, dunia pendidikan tinggi di Indonesia harus beradaptasi dan melakukan inovasi agar mampu mencetak lulusan yang siap bersaing di pasar global. Unsur standardisasi pendidikan dan kompetensi profesional menjadi semakin penting untuk menjamin kualitas lulusan dan relevansi pendidikan dengan kebutuhan dunia industri. Menyadari kebutuhan krusial ini, Universitas Nusa Mandiri (UNM) sebagai Kampus Digital Bisnis menggandeng Badan Standardisasi Nasional (BSN) dalam upaya menghadirkan standardisasi di lingkungan kampus. Kolaborasi ini membawa sebuah visi besar: membentuk ekosistem pembelajaran yang tidak hanya modern, tetapi juga terukur dan berstandar tinggi.
Mengapa Standardisasi Penting bagi Kampus Digital Bisnis
Standardisasi bukan sekadar dokumen normatif atau formalitas administratif belaka. Di tengah percepatan revolusi industri dan digitalisasi pendidikan, standardisasi menjadi bahasa universal yang menjembatani kualitas pendidikan dengan ekspektasi industri dan dunia kerja. BSN sebagai lembaga pemerintah yang bertanggung jawab atas pengembangan dan pemeliharaan standar nasional di berbagai bidang memegang peran sentral dalam hal ini. BSN memiliki tugas utama dalam mengembangkan Standar Nasional Indonesia (SNI) serta membantu pihak terkait untuk menerapkan standar tersebut dalam konteks nasional maupun internasional. (Wikipedia)
Kolaborasi UNM dengan BSN muncul sebagai langkah strategis untuk menjawab tantangan kesenjangan antara dunia akademik dan kebutuhan industri. Kampus Digital Bisnis UNM merupakan sebuah konsep pendidikan inovatif yang mengintegrasikan pendidikan teknologi dan bisnis dalam kurikulum, kurikulum berbasis project, serta pengalaman praktik yang kuat. Namun agar lulusan yang dihasilkan benar-benar siap kerja, diperlukan kerangka kompetensi yang diakui secara nasional dan internasional melalui standardisasi yang jelas.
Standardisasi membentuk tolok ukur yang memastikan bahwa proses, fasilitas, serta kemampuan lulusan memenuhi standar minimal yang diharapkan. Bagi UNM, hal ini bukan hanya soal memenuhi persyaratan formal, tetapi tentang membuktikan kualitas pendidikan yang diberikan secara nyata. Oleh karena itu, kerja sama dengan BSN merupakan bagian dari strategi holistik UNM dalam membangun kampus yang tidak hanya unggul dalam teknologi, tetapi juga bermutu dan relevan secara profesional.
Sinergi UNM–BSN: Implementasi di Kampus dan Magang
Salah satu bentuk nyata sinergi antara UNM dan BSN adalah penjajakan kerja sama dalam menyediakan program magang bersertifikat bagi mahasiswa UNM di lingkungan BSN. Dalam diskusi penjajakan tersebut, kedua pihak menekankan pentingnya mahasiswa mendapatkan pengalaman langsung dalam penerapan standardisasi serta memahami bagaimana standar nasional dan internasional diimplementasikan dalam organisasi besar seperti BSN. (Universitas Nusa Mandiri)
Program ini diaplikasikan melalui Internship Experience Program (IEP) 3+1, sebuah skema magang di mana mahasiswa tiga tahun belajar di kampus kemudian satu tahun pengalaman praktik di institusi mitra seperti BSN. Model pendidikan ini membantu mahasiswa tidak hanya belajar teori di kelas, tetapi juga menerapkan pengetahuan mereka dalam konteks nyata di dunia profesional. Kerja sama ini memungkinkan mahasiswa mendapatkan pengalaman kerja langsung dan sertifikasi kompetensi yang diakui secara nasional, sehingga lulusan menjadi lebih siap kerja dan memiliki daya saing yang kuat di pasar kerja.
Tidak hanya itu, kolaborasi ini juga memperluas wawasan mahasiswa tentang bagaimana standar memainkan peran penting dalam berbagai sektor ekonomi, teknologi, dan kebijakan publik. Mahasiswa yang menjalani program magang di BSN berkesempatan memahami proses penetapan, evaluasi, dan penerapan standar dalam berbagai kondisi industri, termasuk teknologi informasi, keamanan siber, dan inovasi digital. Hal ini memberi mereka pemahaman mendalam tentang peran standar dalam meningkatkan mutu produk, layanan, dan sistem kerja di dunia profesional.
Manfaat Standardisasi bagi Mahasiswa, Industri, dan Pendidikan Tinggi
Kolaborasi antara UNM dan BSN tidak hanya menguntungkan mahasiswa dan kampus, tetapi juga memiliki dampak besar bagi industri serta sistem pendidikan tinggi secara keseluruhan. Bagi mahasiswa, pengalaman belajar dan praktik yang terukur secara standar memberikan keuntungan nyata dalam mendapatkan pekerjaan atau memulai usaha sendiri setelah lulus. Mereka memiliki portofolio kompetensi yang jelas, pengalaman praktik yang diterima industri, serta pemahaman tentang pentingnya standar dalam operasional bisnis dan teknologi.
Bagi industri, lulusan yang memiliki pengalaman langsung dalam penerapan standar berarti tenaga kerja yang lebih siap dan lebih cepat beradaptasi dengan kebutuhan organisasi. Hal ini sangat penting terutama di sektor teknologi dan digital, di mana standar teknis seperti keamanan sistem, praktik pengembangan perangkat lunak, dan standar manajemen data menjadi kunci keberhasilan operasional. Mahasiswa yang terbiasa bekerja dalam lingkungan berstandar tinggi akan memiliki mental profesional yang lebih baik.
Selain itu, BSN sendiri mendapat manfaat dari kolaborasi ini karena memungkinkan lembaga tersebut memperluas kesadaran dan pemahaman tentang standardisasi di kalangan generasi muda yang akan menjadi pengambil keputusan di masa depan. Hal ini membantu BSN dalam menyosialisasikan standar nasional lebih luas lagi serta menjaring talenta-talenta baru yang memahami peran standar dalam memajukan industri dan perekonomian nasional.
Bagi dunia pendidikan tinggi, sinergi ini menjadi contoh penting bahwa kolaborasi antara lembaga pendidikan dan lembaga standardisasi dapat menghasilkan lulusan yang relevan dengan kebutuhan zaman. Ini juga bisa menjadi acuan bagi institusi lain dalam merancang program yang menggabungkan pengalaman praktik dengan kerangka standar yang jelas.
Tantangan dan Harapan di Masa Depan
Tentunya, menghadirkan standardisasi di lingkungan kampus tidak selalu berjalan mulus. Kampus perlu mengadaptasi kurikulum, metode pembelajaran, serta infrastruktur agar sesuai dengan standar yang diharapkan. Hal ini membutuhkan dukungan sumber daya, pelatihan dosen, serta komitmen lembaga dalam jangka panjang. Tantangan lainnya adalah memastikan bahwa pengalaman magang dan praktik memiliki kualitas yang konsisten di berbagai mitra industri.
Namun demikian, sinergi antara UNM dan BSN menunjukkan bahwa tantangan tersebut bukan halangan untuk maju, melainkan peluang untuk menciptakan model pendidikan yang lebih efektif dan adaptif terhadap perubahan zaman. Dengan komitmen yang kuat, harapan ke depan adalah agar lebih banyak mahasiswa mahasiswa Indonesia mendapatkan akses terhadap pengalaman praktik yang berstandar tinggi, sehingga lulusan perguruan tinggi di Indonesia bisa semakin kompetitif di tingkat nasional maupun global.
