Tren Travel Global 2026 dari Media Internasional

Tren Travel Global 2026 dari Media Internasional

Franklin County NewsTahun 2026 diproyeksikan sebagai salah satu tahun pertumbuhan dinamis dalam pariwisata internasional, dengan permintaan yang tetap kuat bahkan di tengah tekanan ekonomi global. Laporan dari Asosiasi Transportasi Udara Internasional (IATA) menunjukkan volume perjalanan udara yang diperkirakan meningkat sekitar 4,4 % dibandingkan 2025, mencapai angka sekitar 5,2 miliar penumpang, dipicu tarif tiket yang menurun dan peningkatan konektivitas internasional.

Namun gambaran ini tidak merata di semua wilayah. Misalnya, laporan terbaru Reuters menyebutkan bahwa Dubai International Airport diperkirakan akan menangani hampir 100 juta penumpang pada 2026, mencerminkan lonjakan permintaan di rute global utama, sementara beberapa destinasi di Amerika Serikat justru mengalami penurunan minat karena kebijakan yang lebih ketat dan persepsi keamanan yang berubah.

Menurut laporan industri besar seperti yang dirilis oleh Expedia Group dalam Unpack ’26: The Trends in Travel™, ada beberapa pergeseran perilaku penting: perjalanan lebih sering, penekanan pada pengalaman daripada sekadar destinasi, dan kisah budaya yang lebih dalam menjadi fokus utama para pelancong modern.

Tren pada segmen luxury travel juga diprediksi terus berkembang, dengan agensi seperti Modern Currency PR mencatat meningkatnya permintaan untuk layanan premium dan pengalaman personal yang tertarget, baik di hotel berbintang maupun layanan perjalanan eksklusif.

Tren Utama yang Akan Mendifinisikan Perjalanan Tahun Ini

1. Konektivitas dan Rute Baru

Kemajuan teknologi dan strategi penerbangan global akan mengubah cara orang bergerak. Laporan industri menunjukkan semakin banyak layanan non‑stop jarak jauh dengan pesawat narrow‑body atau ultra‑long‑range, membuat rute sebelumnya sulit terjangkau menjadi lebih mudah ditempuh. Ini mempersempit ‘jarak global’ dan merangsang minat ke tujuan baru atau kurang dikenal.

2. Kecerdasan Buatan sebagai Perencana Perjalanan

Seiring adopsi teknologi generatif seperti AI dalam perencanaan dan pencarian, para pelancong semakin bergantung pada alat digital untuk ide perjalanan, itinerary, terjemahan bahasa, hingga rekomendasi lokal. Laporan menunjukkan penggunaan AI di kalangan Gen Z dan milenial sangat dominan.

3. Wisata yang Lebih Otentik dan Personal

Pelancong modern termasuk Gen Z semakin memilih pengalaman yang dipersonalisasi dan bermakna. Mereka bukan sekadar ingin mengecap lokasi populer, tetapi mencari cerita budaya, interaksi lokal, serta perspektif baru yang relevan dengan minat mereka.

Selain itu, report lain menyoroti bagaimana wisatawan kini cenderung mencari tempat yang tidak terlalu ‘ditentukan oleh algoritma’, memilih destinasi sekunder atau daerah non‑mainstream yang memberi pengalaman lebih unik.

4. Short Trips dan Liburan Terjadwal

Tren liburan singkat atau short trip diprediksi makin dominan, terutama di negara dengan banyak libur panjang atau long weekend. Liburan 1–3 hari menjadi pilihan favorit karena fleksibilitas, biaya yang lebih efisien, serta dorongan untuk liburan yang sering tapi terjangkau.

5. Event‑Driven Travel & Destination Trends

Tahun 2026 merupakan tahun penuh acara global, seperti Winter Olympics, FIFA World Cup, serta fenomena alam seperti gerhana matahari yang mendorong lonjakan pencarian perjalanan di lokasi‑lokasi tertentu. Ini memperlihatkan bagaimana acara besar mempengaruhi perilaku booking dan tujuan wisatawan.

Siapa yang Memimpin Tren Ini?

Gen Z: Pelancong Utama

Data dari berbagai survei menunjukkan bahwa Gen Z menjadi kelompok yang paling sering bepergian dan mengeluarkan biaya terbesar dalam perjalanan internasional tahun 2026. Mereka juga dikenal cepat beradaptasi dengan tren digital, memilih pengalaman unik, dan cenderung menempatkan perjalanan sebagai prioritas hidup.

Wisatawan yang Mencari “Cerita Baru”

Wisatawan yang lebih matang pun terlibat dalam tren seperti agrotourism (wisata pertanian), olahraga lokal, serta budaya regional, di mana aktivitas lokal menjadi bagian penting dari itinerary mereka.

Apa Artinya Bagi Industri?

Pertumbuhan travel digital dan kecerdasan buatan berarti bisnis pariwisata perlu berinovasi: dari sistem pemesanan hingga penawaran pengalaman personal. Penekanan pada pengalaman lokal yang mendalam serta pergeseran preferensi pelancong di berbagai segmen memberi peluang baru bagi destinasi dan penyedia layanan untuk menonjol.

Namun tantangan tetap ada. Kenaikan pajak wisata di beberapa pasar dan perubahan kebijakan di destinasi besar, seperti di Amerika Serikat dan Jepang, dapat memengaruhi permintaan tertentu serta persepsi pelancong tentang biaya perjalanan.

Tahun Perjalanan yang Penuh Peluang

Tahun 2026 diprediksi menjadi momen penting bagi dunia pariwisata global digerakkan oleh teknologi, perilaku konsumen yang berubah, kebutuhan akan pengalaman bermakna, serta agenda acara besar yang memicu gelombang perjalanan ke seluruh dunia. Dari AI hingga destinasi non‑mainstream, tren ini menandai fase baru di mana perjalanan tidak lagi sekadar kunjungan, tetapi penciptaan cerita personal yang relevan untuk setiap pelancong.

Menuju Kemandirian Ekonomi, Presiden Prabowo Dorong Strategi Berdikari