Tim Korosi ITS Ajak Siswa SMAN 9 Surabaya Pelajari Teknologi Anti-Karat Kapal Laut
Franklin County News — Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya terus berkomitmen menumbuhkan minat generasi muda terhadap sains dan teknologi. Salah satu wujud nyata komitmen tersebut ditunjukkan melalui kegiatan edukasi yang dilakukan Tim Korosi ITS dengan mengajak siswa SMAN 9 Surabaya mempelajari teknologi anti-korosi atau anti-karat pada kapal laut. Kegiatan ini menjadi sarana pengenalan teknologi maritim sekaligus membuka wawasan siswa tentang pentingnya riset dan inovasi di bidang kelautan.
Tim Korosi ITS menilai pengenalan teknologi maritim kepada pelajar sekolah menengah sangat penting, mengingat Indonesia merupakan negara maritim dengan wilayah laut yang luas. Melalui kegiatan ini, siswa diperkenalkan pada konsep dasar korosi, penyebab terjadinya karat pada kapal laut, serta dampaknya terhadap keselamatan dan efisiensi operasional kapal.
Ketua Tim Korosi ITS, Dr. Ir. Ahmad Prasetyo, menjelaskan bahwa korosi merupakan salah satu tantangan terbesar dalam industri maritim.
“Kapal laut beroperasi di lingkungan ekstrem dengan kadar garam tinggi yang mempercepat proses korosi. Jika tidak ditangani dengan teknologi yang tepat, kerusakan dapat terjadi lebih cepat dan membahayakan,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, siswa SMAN 9 Surabaya mendapatkan materi tentang berbagai teknologi anti-karat yang digunakan pada kapal laut. Mulai dari penggunaan cat pelindung khusus, sistem proteksi katodik, hingga pemanfaatan material tahan korosi yang kini banyak dikembangkan melalui riset.
Tim Korosi ITS juga memaparkan bagaimana teknologi anti-korosi berperan penting dalam memperpanjang usia pakai kapal, menekan biaya perawatan, dan meningkatkan keselamatan pelayaran. Materi disampaikan dengan pendekatan interaktif agar mudah dipahami oleh siswa.
“Teknologi anti-korosi bukan hanya soal teknik, tetapi juga bagian dari upaya efisiensi dan keselamatan di sektor maritim,” tambah Ahmad Prasetyo.
Selain pemaparan teori, siswa juga diajak mengikuti sesi praktik dan demonstrasi sederhana. Dalam sesi ini, Tim Korosi ITS menunjukkan contoh material logam yang mengalami korosi serta material yang telah dilapisi teknologi anti-karat. Siswa dapat melihat langsung perbedaan kondisi permukaan logam dan memahami cara kerja perlindungan anti-korosi.
Demonstrasi ini disambut antusias oleh para siswa. Banyak di antara mereka yang mengajukan pertanyaan terkait proses penelitian, penggunaan teknologi di industri, hingga peluang karier di bidang teknik kelautan dan material.
“Kami ingin siswa tidak hanya mendengar teori, tetapi juga melihat langsung bagaimana teknologi bekerja. Ini penting untuk menumbuhkan rasa ingin tahu dan minat mereka,” jelas salah satu anggota Tim Korosi ITS.
Kegiatan ini juga bertujuan menumbuhkan minat siswa terhadap dunia riset dan inovasi. ITS berharap, melalui pengenalan langsung terhadap penelitian yang aplikatif, siswa dapat memahami bahwa sains dan teknologi memiliki peran nyata dalam kehidupan sehari-hari dan pembangunan nasional.
Guru pendamping dari SMAN 9 Surabaya menyambut baik kegiatan ini. Menurutnya, pembelajaran di luar kelas seperti ini memberikan pengalaman berharga bagi siswa.
“Anak-anak jadi lebih memahami bagaimana ilmu yang mereka pelajari di sekolah diterapkan di dunia nyata, khususnya di industri maritim,” ujarnya.
Sebagai salah satu perguruan tinggi teknik terkemuka di Indonesia, ITS memiliki peran strategis dalam pengembangan teknologi maritim. Riset korosi dan teknologi anti-karat menjadi salah satu fokus untuk mendukung industri perkapalan nasional agar lebih efisien, aman, dan berdaya saing.
Tim Korosi ITS secara aktif melakukan penelitian, pengujian material, serta pengembangan teknologi perlindungan logam yang dapat diaplikasikan pada kapal laut, pelabuhan, dan infrastruktur kelautan lainnya. Hasil riset ini tidak hanya dimanfaatkan oleh industri, tetapi juga menjadi bahan edukasi bagi masyarakat dan pelajar.
Melalui kegiatan edukasi ini, Tim Korosi ITS berharap siswa memahami bahwa teknologi anti-korosi memiliki peran vital dalam menjaga keselamatan dan keberlanjutan industri maritim. Kerusakan akibat karat tidak hanya berdampak pada biaya perbaikan, tetapi juga berisiko menimbulkan kecelakaan laut.
“Kesadaran tentang korosi dan cara pencegahannya harus ditanamkan sejak dini. Dengan begitu, generasi muda akan lebih siap menghadapi tantangan teknologi di masa depan,” kata Ahmad Prasetyo.
Para siswa SMAN 9 Surabaya mengaku antusias mengikuti kegiatan ini. Mereka merasa mendapatkan pengetahuan baru yang jarang diperoleh di bangku sekolah. Beberapa siswa bahkan menyatakan ketertarikannya untuk melanjutkan studi di bidang teknik, khususnya teknik kelautan dan material.
Tim Korosi ITS berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan dengan melibatkan lebih banyak sekolah. Kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah menengah dinilai efektif dalam menyiapkan generasi muda yang melek teknologi dan siap berkontribusi bagi pembangunan nasional.
