Franklin County News — Direktorat Jenderal Pajak (DJP) mencatat, setoran pajak dari sektor bisnis digital mencapai Rp 44,55 triliun hingga November 2025. Angka ini menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, seiring ekspansi ekonomi digital dan meningkatnya transaksi online di Indonesia.
Menteri Keuangan menyampaikan, capaian ini menegaskan kontribusi penting bisnis digital terhadap penerimaan negara, sekaligus menunjukkan efektivitas kebijakan pajak yang diterapkan untuk sektor ini.
Faktor Pendorong Pertumbuhan Pajak Digital
Pertumbuhan pajak dari bisnis digital didorong oleh beberapa faktor utama. Pertama, meningkatnya penetrasi internet dan e-commerce di Indonesia. Kedua, ekspansi layanan fintech, platform pembayaran digital, dan marketplace yang semakin luas. Ketiga, implementasi regulasi perpajakan digital yang lebih jelas, termasuk pemungutan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) untuk produk dan layanan digital.
Direktur Jenderal Pajak menekankan, “Pertumbuhan pajak digital mencerminkan kontribusi ekonomi digital terhadap pembangunan nasional. Kami berharap sektor ini terus berkembang sambil tetap patuh terhadap kewajiban perpajakan.”
Sektor Bisnis Digital yang Dominan
Beberapa subsektor menjadi kontributor utama penerimaan pajak digital, antara lain:
- E-commerce dan Marketplace – Transaksi barang dan jasa secara online memberikan kontribusi besar.
- Fintech dan Pembayaran Digital – Layanan pinjaman, pembayaran, dan investasi digital ikut meningkatkan setoran pajak.
- Platform Streaming dan Konten Digital – Pajak dari layanan berlangganan, game online, dan media digital terus meningkat.
Ekonom menyebut, pertumbuhan pajak digital akan semakin meningkat seiring penetrasi smartphone yang meluas dan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap transaksi online.
Implementasi Pajak Digital di Indonesia
Pemerintah telah memberlakukan regulasi untuk memungut PPN atas produk dan layanan digital, termasuk dari perusahaan asing yang beroperasi di Indonesia. Kebijakan ini menargetkan kesetaraan perlakuan antara pelaku usaha domestik dan internasional.
Selain itu, DJP aktif melakukan sosialisasi dan pendampingan kepada pelaku usaha digital agar memahami kewajiban pajak. Teknologi dan sistem pelaporan online juga mempermudah proses pembayaran, sehingga kepatuhan meningkat.
Dampak terhadap Penerimaan Negara
Setoran pajak bisnis digital sebesar Rp 44,55 triliun memberikan kontribusi signifikan terhadap penerimaan negara. Dana ini digunakan untuk mendanai pembangunan infrastruktur, layanan publik, pendidikan, dan program sosial.
Menteri Keuangan menegaskan, pertumbuhan pajak digital akan membantu pemerintah menjaga defisit anggaran tetap terkendali sekaligus mendukung target pembangunan jangka panjang.
Tantangan Kepatuhan Pajak Digital
Meski capaian sudah tinggi, kepatuhan pajak digital menghadapi beberapa tantangan. Salah satunya adalah transaksi lintas negara yang sulit diawasi. Selain itu, sejumlah pelaku usaha kecil dan menengah belum sepenuhnya memahami mekanisme perpajakan digital.
DJP berupaya mengatasi tantangan ini melalui edukasi, sistem pelaporan online yang lebih sederhana, dan penguatan kerja sama dengan platform digital untuk memastikan semua transaksi tercatat dan dikenai pajak sesuai ketentuan.
Inovasi dan Sistem Pemantauan
Teknologi juga digunakan untuk meningkatkan efektivitas pengawasan pajak digital. Sistem analisis data real-time memungkinkan DJP memantau arus transaksi digital, mendeteksi potensi penghindaran pajak, dan menindak pelanggaran secara cepat.
Penggunaan teknologi ini membuat pengelolaan pajak digital lebih transparan dan akuntabel, serta memudahkan pelaku usaha dalam melaporkan kewajiban mereka.
Kontribusi Pajak terhadap Perekonomian Digital
Pertumbuhan pajak bisnis digital menunjukkan bahwa ekonomi digital Indonesia semakin matang. Kontribusi pajak ini juga menjadi indikator bahwa sektor digital tidak hanya menjadi pendorong inovasi dan lapangan kerja, tetapi juga penyumbang utama penerimaan negara.
Ekonom menekankan, kepatuhan pajak yang tinggi akan membuat bisnis digital lebih berkelanjutan dan mendukung iklim usaha yang sehat. Selain itu, penerimaan pajak yang stabil memberi ruang bagi pemerintah untuk terus mendorong transformasi digital nasional.
Prospek Pajak Digital 2026
Melihat tren saat ini, setoran pajak dari bisnis digital diprediksi akan terus meningkat pada 2026. Pemerintah menargetkan pertumbuhan sektor digital tetap tinggi, dengan dukungan regulasi yang adaptif dan pemanfaatan teknologi untuk memudahkan kepatuhan.
Beberapa strategi yang sedang dikembangkan antara lain integrasi sistem pembayaran dan pelaporan pajak, sosialisasi berkelanjutan kepada UMKM digital, serta kerja sama internasional untuk memantau transaksi lintas negara.
Setoran pajak bisnis digital yang mencapai Rp 44,55 triliun hingga November 2025 menunjukkan kontribusi besar sektor ini terhadap penerimaan negara. Pertumbuhan ini didorong oleh ekspansi e-commerce, fintech, dan platform digital lainnya, serta implementasi regulasi pajak yang efektif.
Ke depan, dengan inovasi teknologi, kepatuhan yang meningkat, dan dukungan kebijakan pemerintah, bisnis digital di Indonesia diprediksi akan terus tumbuh dan memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas. Transformasi ini menegaskan bahwa sektor digital bukan hanya motor pertumbuhan ekonomi, tetapi juga sumber penerimaan negara yang penting untuk pembangunan berkelanjutan.
Franklin County News — Generasi Z, lahir antara 1997 hingga 2012, kini mulai memasuki usia produktif. Meski memiliki potensi penghasilan, minat mereka untuk membeli rumah masih dipengaruhi oleh banyak faktor, mulai dari harga properti yang tinggi, kemampuan finansial, hingga preferensi gaya hidup. Fenomena ini menimbulkan dilema antara mampu secara teori dan mau secara psikologis.
Faktor Finansial Jadi Pertimbangan Utama
Menurut survei terbaru, salah satu alasan utama Gen Z menunda kepemilikan rumah adalah faktor finansial. Harga rumah yang terus meningkat, terutama di kota-kota besar, membuat generasi ini kesulitan menabung untuk uang muka.
Rizky, seorang pekerja kreatif berusia 25 tahun di Jakarta, mengatakan, “Kalau dihitung-hitung, gaji saya cukup untuk hidup sehari-hari, tapi menabung untuk DP rumah butuh waktu bertahun-tahun. Makanya, saya masih menunda membeli rumah.”
Bank dan lembaga keuangan pun mencatat bahwa meski Gen Z memiliki potensi penghasilan stabil, banyak dari mereka memilih menyewa atau tinggal bersama keluarga karena prioritas gaya hidup dan fleksibilitas finansial.
Preferensi Gaya Hidup yang Fleksibel
Selain faktor finansial, Gen Z menekankan gaya hidup yang fleksibel. Mereka lebih memilih mobilitas tinggi, bekerja secara remote, dan berinvestasi di pengalaman atau pendidikan dibandingkan properti.
Seorang analis properti, Maria Utami, menjelaskan, “Gen Z melihat rumah bukan hanya sebagai aset, tapi juga tanggung jawab besar. Mereka cenderung menunda kepemilikan rumah sampai merasa siap, baik secara finansial maupun mental.”
Tren Menyewa Daripada Membeli
Data dari portal properti menunjukkan bahwa minat Gen Z untuk menyewa rumah atau apartemen meningkat 35 persen dibandingkan pembelian. Penyewaan menawarkan fleksibilitas lokasi, biaya lebih terjangkau, dan mengurangi tanggung jawab perawatan jangka panjang.
Selain itu, konsep co-living atau tinggal bersama rekan sebaya juga semakin populer di kalangan Gen Z. Tren ini memungkinkan mereka tetap mandiri sambil menjaga biaya hidup tetap rendah dan membangun jaringan sosial yang luas.
Kesadaran Investasi Properti Mulai Muncul
Meski cenderung menunda membeli rumah, sebagian Gen Z menunjukkan minat untuk investasi properti dalam jangka panjang. Mereka melihat rumah sebagai aset penting yang bisa memberikan keuntungan finansial di masa depan.
Beberapa startup properti bahkan menyesuaikan strategi dengan menawarkan unit rumah atau apartemen skema cicilan ringan, sehingga Gen Z yang memiliki penghasilan terbatas tetap bisa berpartisipasi dalam pasar properti.
Dampak Sosial dan Ekonomi
Dilema antara mampu dan mau ini memiliki dampak luas bagi sektor properti. Permintaan untuk rumah baru menurun di segmen usia muda, sementara penyedia layanan sewa dan co-living mengalami pertumbuhan pesat.
Pengembang properti mulai menyesuaikan desain dan harga rumah agar lebih menarik bagi Gen Z. Konsep rumah compact, efisiensi energi, dan lokasi strategis menjadi fokus utama untuk menarik minat generasi ini.
Perspektif Psikologis Gen Z
Menurut pakar psikologi, ketidakmauan Gen Z membeli rumah tidak semata-mata karena faktor finansial. Ada unsur keinginan untuk hidup fleksibel, menghindari komitmen besar, dan menunggu waktu yang tepat secara emosional.
Dr. Anita Handayani, psikolog sosial, menjelaskan, “Mereka sadar pentingnya rumah, tapi membeli properti adalah keputusan jangka panjang. Banyak dari mereka ingin menunggu stabilitas karier dan kondisi hidup yang ideal sebelum mengambil langkah tersebut.”
Strategi Pemerintah dan Pengembang
Pemerintah dan pengembang properti menyadari fenomena ini. Program rumah subsidi, cicilan ringan, dan pengembangan apartemen vertikal menjadi alternatif untuk menarik minat Gen Z.
Selain itu, edukasi keuangan dan literasi properti mulai digalakkan agar generasi muda memahami pentingnya memiliki aset properti sebagai bagian dari perencanaan keuangan jangka panjang.
Gen Z berada di persimpangan mampu dan mau dalam kepemilikan rumah. Faktor finansial, gaya hidup fleksibel, dan prioritas investasi menjadi pertimbangan utama. Meskipun sebagian menunda pembelian, minat investasi properti jangka panjang tetap muncul.
Fenomena ini mendorong pengembang dan pemerintah menyesuaikan strategi agar produk properti lebih sesuai dengan kebutuhan Gen Z. Dengan literasi keuangan dan alternatif cicilan yang tepat, generasi muda diharapkan dapat mengambil keputusan bijak soal kepemilikan rumah, tanpa mengorbankan fleksibilitas dan kualitas hidup mereka.
Franklin County News — PT Astra Honda Motor (AHM) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pendidikan vokasi di Indonesia dengan membekali ribuan pelajar Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dengan teknologi terbaru Honda. Program ini merupakan bagian dari inisiatif Honda Technical Education Program yang bertujuan untuk meningkatkan kompetensi siswa dalam bidang otomotif, khususnya sepeda motor Honda.
AHM menekankan pentingnya penguasaan teknologi modern sebagai bekal bagi siswa untuk siap memasuki dunia industri, sehingga mereka tidak hanya memiliki keterampilan teknis, tetapi juga pemahaman tentang inovasi teknologi yang terus berkembang.
Teknologi Honda Terbaru untuk SMK
Dalam program ini, pelajar diperkenalkan dengan berbagai teknologi terkini Honda, termasuk sistem injeksi bahan bakar terbaru, rangkaian elektronik kendaraan, hingga teknologi keselamatan. AHM menyiapkan modul pembelajaran yang komprehensif, mulai dari teori, praktik, hingga simulasi digital yang memudahkan pemahaman siswa.
“Dengan mengenalkan teknologi terbaru sejak dini, kami berharap lulusan SMK memiliki kompetensi tinggi dan siap bekerja di industri otomotif,” ujar Direktur Teknik dan Produksi AHM, Bapak Hadi Santoso, dalam acara pelatihan di Jakarta.
Skema Pelatihan dan Praktik Lapangan
Program ini dirancang agar siswa tidak hanya belajar di kelas, tetapi juga mendapatkan praktik langsung menggunakan motor Honda terbaru. Setiap peserta memiliki kesempatan untuk merakit, memeriksa, dan memperbaiki unit sepeda motor di bawah pengawasan instruktur profesional dari AHM.
Selain itu, AHM menambahkan sesi simulasi digital menggunakan software otomotif untuk melatih siswa memahami sistem elektronik dan diagnosa kendaraan modern. Pendekatan ini meningkatkan keterampilan praktis sekaligus membekali siswa dengan kemampuan problem-solving di dunia nyata.
Target Ribuan Pelajar SMK
Pada tahun ini, AHM menargetkan lebih dari 5.000 siswa SMK dari berbagai wilayah Indonesia untuk mengikuti program pelatihan ini. Peserta berasal dari SMK mitra yang memiliki jurusan teknik otomotif, sehingga program dapat disesuaikan dengan kebutuhan kurikulum sekolah.
Program ini tidak hanya meningkatkan keterampilan teknis, tetapi juga memperkuat kemampuan siswa dalam menghadapi perkembangan industri kendaraan bermotor yang semakin digital dan otomatis.
Kolaborasi dengan SMK dan Pemerintah
AHM bekerja sama erat dengan Dinas Pendidikan, Kementerian Pendidikan, serta sekolah-sekolah mitra dalam pelaksanaan program. Kolaborasi ini memastikan materi pelatihan relevan dengan standar pendidikan nasional, sekaligus selaras dengan kebutuhan industri otomotif di Indonesia.
Selain itu, pihak sekolah mendapatkan fasilitas pendukung, seperti laboratorium otomotif modern dan alat praktik sesuai standar Honda, sehingga program dapat berjalan optimal dan berkelanjutan.
Manfaat Bagi Siswa dan Industri
Bagi siswa, program ini memberikan kesempatan untuk memahami teknologi terbaru, meningkatkan keterampilan praktis, dan menambah nilai jual di pasar kerja. Banyak peserta yang berharap dapat bergabung dengan industri otomotif, baik sebagai teknisi di bengkel resmi Honda maupun perusahaan otomotif lainnya.
Bagi industri, program ini menghasilkan calon tenaga kerja yang terlatih, adaptif, dan siap menghadapi tantangan teknologi kendaraan modern. Hal ini mendukung pengembangan ekosistem otomotif nasional yang lebih kompetitif dan inovatif.
Inovasi Berkelanjutan di Dunia Pendidikan
AHM menekankan bahwa pembekalan teknologi terbaru bagi pelajar SMK merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk mendukung pendidikan vokasi dan industri 4.0. Dengan inovasi yang berkelanjutan, siswa dapat memahami tren kendaraan listrik, sistem keselamatan canggih, dan teknologi digital otomotif yang tengah berkembang pesat.
“Pendidikan yang adaptif terhadap teknologi baru adalah kunci untuk mencetak generasi muda yang siap bersaing di tingkat nasional maupun internasional,” kata Hadi Santoso.
Testimoni Peserta dan Guru
Siswa SMK peserta pelatihan menyambut antusias kesempatan ini. Banyak yang merasa program ini membantu mereka memahami sistem motor modern dengan lebih praktis dan interaktif. Guru pendamping juga menilai pelatihan ini meningkatkan kualitas pendidikan teknik otomotif di sekolah mereka.
“Saya bisa langsung mempraktikkan teori yang selama ini hanya saya pelajari dari buku. Ini pengalaman berharga untuk masa depan karier saya,” ujar salah satu peserta dari SMK Negeri 1 Jakarta.
Program AHM dalam membekali ribuan pelajar SMK dengan teknologi terbaru Honda menunjukkan komitmen perusahaan terhadap pendidikan vokasi dan pengembangan sumber daya manusia di Indonesia. Melalui pembelajaran praktik dan digital, siswa mendapatkan bekal kompetensi yang relevan dengan industri otomotif modern.
Kolaborasi antara AHM, sekolah, dan pemerintah memastikan program berjalan efektif dan berkelanjutan. Dengan inisiatif ini, diharapkan lulusan SMK tidak hanya memiliki keterampilan teknis, tetapi juga kemampuan adaptasi terhadap teknologi masa depan, sehingga dapat bersaing dan berkontribusi dalam dunia industri otomotif yang terus berkembang.
Franklin County News — PT Dafam Property Indonesia Tbk (DFAM) menghadapi tantangan di sektor perhotelan seiring okupansi hotel yang fluktuatif pasca pemulihan ekonomi pascapandemi. Perusahaan mencatat bahwa permintaan kamar hotel masih belum stabil di beberapa lokasi, terutama di kota-kota dengan tingkat persaingan tinggi dan musim liburan yang bersifat musiman.
Kondisi ini mendorong manajemen DFAM untuk mencari peluang diversifikasi bisnis agar dapat meningkatkan pendapatan di luar sektor hotel. Salah satu langkah strategis yang diambil adalah memperkuat lini bisnis katering untuk melayani kebutuhan corporate dan event, sekaligus memanfaatkan infrastruktur hotel yang ada.
Bisnis Katering Sebagai Strategi Diversifikasi
DFAM melihat bisnis katering sebagai peluang yang potensial. Dengan pengalaman panjang mengelola hotel dan restoran, perusahaan memiliki kompetensi dalam penyediaan makanan dan minuman berkualitas, termasuk layanan prasmanan, hidangan resmi, dan paket catering untuk pertemuan atau acara perusahaan.
Strategi ini diharapkan tidak hanya menambah aliran pendapatan baru, tetapi juga meningkatkan utilisasi dapur dan staf hotel, sehingga mengurangi risiko pendapatan yang tergantung sepenuhnya pada okupansi kamar.
Target Pasar Katering DFAM
Lini bisnis katering DFAM menargetkan dua segmen utama: korporat dan sosial. Segmen korporat meliputi perusahaan yang membutuhkan layanan catering untuk rapat, seminar, dan kegiatan internal. Sedangkan segmen sosial mencakup pernikahan, ulang tahun, dan acara komunitas.
Perusahaan menekankan kualitas layanan, fleksibilitas menu, dan kemampuan delivery untuk menjangkau klien di berbagai lokasi. Dengan pendekatan ini, DFAM berupaya memposisikan diri sebagai penyedia katering yang handal dan profesional.
Investasi Infrastruktur dan Sumber Daya
Untuk mendukung ekspansi bisnis katering, DFAM melakukan investasi pada dapur pusat (central kitchen) yang dilengkapi peralatan modern, serta meningkatkan kemampuan SDM melalui pelatihan layanan makanan dan manajemen event. Langkah ini memastikan standar kualitas tetap tinggi, bahkan saat melayani pesanan dalam jumlah besar.
Selain itu, integrasi sistem reservasi online dan layanan delivery menjadi bagian dari strategi digitalisasi, memudahkan klien dalam melakukan pemesanan dan pembayaran.
Potensi Pendapatan dan Sinergi dengan Hotel
Bisnis katering diyakini dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap total pendapatan DFAM. Selain menjadi sumber pendapatan baru, katering juga menciptakan sinergi dengan hotel yang dimiliki perusahaan. Misalnya, restoran hotel dapat digunakan sebagai tempat produksi catering, atau paket catering dapat dipromosikan kepada tamu hotel untuk acara khusus.
Sinergi ini meningkatkan efisiensi operasional sekaligus memperkuat brand DFAM sebagai penyedia layanan hospitality yang komprehensif.
Tantangan dan Kompetisi Pasar
Meskipun memiliki potensi besar, bisnis katering tidak luput dari tantangan. Persaingan ketat dari penyedia katering independen maupun restoran ternama memaksa DFAM untuk terus menjaga kualitas, inovasi menu, dan layanan pelanggan.
Harga juga menjadi faktor penting. DFAM harus mampu menawarkan harga kompetitif tanpa mengorbankan kualitas, agar tetap menarik bagi segmen korporat dan sosial yang sensitif terhadap biaya.
Respons Pasar dan Peluang Pertumbuhan
Sejauh ini, respons pasar terhadap layanan katering DFAM cukup positif. Banyak perusahaan dan komunitas yang memanfaatkan paket catering untuk berbagai acara. Pertumbuhan ini menunjukkan bahwa diversifikasi bisnis merupakan langkah tepat untuk menghadapi fluktuasi okupansi hotel.
DFAM juga melihat peluang untuk memperluas jangkauan katering ke kota-kota lain, memanfaatkan jaringan hotel dan fasilitas yang dimiliki, sekaligus memanfaatkan tren meningkatnya kebutuhan layanan makanan berkualitas.
Strategi Jangka Panjang DFAM
Manajemen DFAM menekankan bahwa diversifikasi bisnis bukan hanya solusi jangka pendek, tetapi bagian dari strategi jangka panjang untuk meningkatkan ketahanan perusahaan. Dengan mengembangkan lini katering, perusahaan mampu menyeimbangkan pendapatan dari sektor hotel dan layanan makanan, serta memitigasi risiko ketergantungan pada satu sumber pendapatan.
Selain itu, DFAM berencana mengembangkan paket layanan lengkap, mulai dari penginapan, restoran, hingga catering untuk event, sehingga menciptakan ekosistem hospitality yang terpadu.
Fluktuasi okupansi hotel menjadi tantangan nyata bagi DFAM, namun perusahaan menunjukkan adaptasi yang cepat melalui ekspansi bisnis katering. Dengan memanfaatkan keahlian dalam hospitality, investasi infrastruktur, dan strategi pemasaran yang tepat, lini katering diharapkan menjadi sumber pendapatan signifikan sekaligus memperkuat brand DFAM.
Langkah ini mencerminkan kemampuan perusahaan untuk merespons dinamika pasar, menciptakan sinergi antarunit bisnis, dan memastikan pertumbuhan yang berkelanjutan dalam industri perhotelan dan jasa makanan di Indonesia.
Franklin County News — Sektor properti diprediksi akan menunjukkan kinerja positif di tahun 2026 seiring pemulihan ekonomi, meningkatnya permintaan rumah, dan pertumbuhan proyek infrastruktur. Para analis menilai momentum ini bisa menjadi peluang emas bagi investor yang ingin menempatkan dana di saham-saham properti yang memiliki fundamental kuat.
Kondisi ekonomi makro yang stabil, inflasi terkendali, serta suku bunga yang relatif rendah turut menjadi katalis bagi pertumbuhan sektor properti. Permintaan properti residensial, komersial, dan kawasan industri diperkirakan meningkat, seiring dengan aktivitas bisnis dan investasi yang tumbuh.
Para pakar menilai permintaan rumah tapak, apartemen, dan properti komersial akan meningkat di berbagai kota besar. Hal ini didorong oleh pertumbuhan penduduk urban, urbanisasi yang cepat, serta kebutuhan ruang usaha yang semakin beragam.
Selain itu, proyek infrastruktur yang sedang digarap pemerintah, termasuk jalan tol, bandara, dan transportasi publik, akan memperkuat daya tarik lokasi properti tertentu. Kawasan yang dekat dengan pusat bisnis dan akses transportasi diprediksi menjadi primadona bagi pembeli dan investor.
Seiring optimisme pasar, sejumlah saham properti diprediksi menjadi pilihan menarik di 2026. Emiten yang memiliki portofolio lahan strategis, proyek berjalan, dan arus kas stabil menjadi favorit investor.
Beberapa saham yang patut dicermati antara lain:
- PT Ciputra Development Tbk (CTRA): Fokus pada proyek residensial dan komersial, serta memiliki portofolio properti strategis di kota besar.
- PT Summarecon Agung Tbk (SMRA): Mengembangkan kawasan terpadu dengan fasilitas lengkap, mendukung permintaan properti jangka panjang.
- PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR): Memiliki proyek mixed-use dan fasilitas kesehatan, memberi diversifikasi pendapatan yang stabil.
- PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE): Kawasan BSD City menjadi ikon properti modern dengan permintaan tinggi di segmen premium.
Para analis menekankan pentingnya melihat fundamental perusahaan, termasuk pertumbuhan pendapatan, margin laba, serta prospek proyek baru sebelum menanamkan modal.
Selain permintaan dan lokasi strategis, beberapa faktor lain akan mendukung kinerja sektor properti di 2026:
- Suku bunga stabil atau rendah: Memudahkan pembiayaan KPR dan investasi properti.
- Regulasi pemerintah: Kebijakan yang mendukung kepemilikan rumah, insentif pajak, dan percepatan perizinan proyek.
- Kenaikan daya beli masyarakat: Pendapatan yang meningkat mendorong konsumsi, termasuk properti.
- Pertumbuhan sektor industri dan komersial: Membuka peluang untuk properti industri dan kantor.
Dengan kombinasi faktor-faktor ini, sektor properti diprediksi akan menjadi salah satu penggerak utama pasar saham pada 2026.
Selain residensial, properti industri juga menunjukkan prospek cerah. Permintaan gudang logistik dan kawasan industri meningkat seiring pertumbuhan e-commerce dan ekspansi manufaktur. Emiten yang memiliki lahan industri strategis akan meraih keuntungan signifikan.
Properti komersial, seperti ruko, pusat perbelanjaan, dan apartemen sewa, juga berpotensi tumbuh. Tren hybrid working dan urbanisasi mendorong kebutuhan ruang usaha dan hunian vertikal yang dekat dengan pusat bisnis.
Investor disarankan untuk melakukan analisis menyeluruh sebelum membeli saham properti. Beberapa strategi yang dianjurkan meliputi:
- Diversifikasi portofolio: Gabungkan saham properti residensial, komersial, dan industri untuk meminimalkan risiko.
- Perhatikan fundamental: Fokus pada emiten dengan arus kas stabil, portofolio lahan strategis, dan pipeline proyek kuat.
- Pantau tren ekonomi dan regulasi: Faktor makro dan kebijakan pemerintah berpengaruh besar terhadap kinerja properti.
- Perhatikan valuasi saham: Jangan hanya tergiur prospek, tetapi cek harga saham agar investasi tetap rasional.
Meskipun prospek cerah, sektor properti tetap menghadapi tantangan. Fluktuasi ekonomi global, perubahan suku bunga, serta risiko over supply di beberapa kota menjadi faktor yang perlu diwaspadai.
Selain itu, tren teknologi dan gaya hidup baru, seperti work from home, dapat memengaruhi permintaan hunian dan kantor. Investor harus tetap memantau perkembangan pasar dan menyesuaikan strategi investasi.
Dengan kombinasi faktor makro yang mendukung, permintaan properti yang meningkat, serta pipeline proyek strategis, sektor properti diprediksi akan kinclong di 2026. Saham-saham emiten unggulan dengan fundamental kuat menjadi pilihan menarik bagi investor yang ingin mendapatkan keuntungan jangka menengah hingga panjang.
Prospek ini juga menunjukkan bahwa sektor properti tetap menjadi salah satu pilar penting dalam perekonomian nasional, mendukung pertumbuhan ekonomi, lapangan kerja, dan kesejahteraan masyarakat.
Tahun 2026 menawarkan peluang cerah bagi sektor properti. Investor yang cermat dapat memanfaatkan momentum ini dengan menempatkan dana di saham-saham properti unggulan, sambil memperhatikan faktor fundamental, tren pasar, dan regulasi. Dengan strategi tepat, keuntungan dari sektor properti dapat diraih secara optimal, menjadikan properti sebagai salah satu pilihan investasi paling menarik di tahun mendatang.
Franklin County News — Kasus perebutan bisnis keluarga yang melibatkan seorang miliarder Polandia baru-baru ini mencuri perhatian publik internasional. Kisah ini dianggap mirip dengan alur drama serial populer Succession, di mana konflik internal keluarga dan pertarungan kekuasaan mendominasi dunia bisnis.
Miliarder tersebut menghadapi kekalahan dalam gugatan hukum terkait penguasaan perusahaan yang telah lama menjadi sumber kekayaan keluarga. Putusan ini menegaskan bahwa hak pengelolaan bisnis jatuh kepada anggota keluarga lain, mengubah dinamika kepemilikan dan manajemen perusahaan secara signifikan.
Kronologi Kasus
Kasus bermula dari perselisihan internal keluarga mengenai kontrol atas perusahaan multinasional yang dimiliki secara turun-temurun. Sang miliarder mengklaim memiliki hak penuh atas manajemen dan pengambilan keputusan, namun anggota keluarga lainnya menolak, mengajukan gugatan ke pengadilan untuk mempertahankan hak mereka.
Proses hukum berlangsung selama beberapa bulan, melibatkan argumen kompleks mengenai kepemilikan saham, hak voting, dan peran anggota keluarga dalam operasional perusahaan. Keputusan pengadilan akhirnya memenangkan pihak lawan miliarder, memaksa perubahan struktur kepemilikan dan manajemen bisnis.
Dampak Kekalahan terhadap Bisnis
Kekalahan ini membawa dampak signifikan bagi perusahaan dan sang miliarder. Pertama, perubahan kepemimpinan dapat memengaruhi strategi bisnis dan pengambilan keputusan jangka panjang. Kedua, nilai saham perusahaan berpotensi mengalami fluktuasi akibat ketidakpastian pasar terkait konflik internal.
Selain itu, kekalahan hukum ini memengaruhi citra sang miliarder di mata investor dan publik. Reputasi bisnis yang sebelumnya kuat kini perlu dipulihkan melalui komunikasi transparan dan strategi stabilisasi manajemen.
Persaingan Internal Keluarga
Kasus ini menyoroti ketegangan yang sering muncul dalam keluarga kaya dengan bisnis besar. Konflik kepemilikan dan kontrol manajemen menjadi sumber ketegangan, terutama ketika generasi baru mulai terlibat dalam perusahaan.
Dalam kasus miliarder Polandia ini, perselisihan muncul dari perbedaan visi strategis dan interpretasi hak kepemilikan. Beberapa anggota keluarga ingin memperluas bisnis ke sektor baru, sementara yang lain berfokus pada penguatan aset lama. Perbedaan ini memicu ketegangan hingga berujung ke jalur hukum.
Perbandingan dengan Serial Succession
Media dan analis bisnis menyoroti kesamaan kisah ini dengan serial televisi Succession, di mana konflik keluarga dan perebutan kendali perusahaan menjadi inti cerita. Seperti dalam serial tersebut, drama bisnis nyata ini melibatkan:
- Pertentangan antar anggota keluarga terkait visi dan kontrol perusahaan.
- Perjuangan hukum dan strategi politik internal untuk mempertahankan atau merebut kendali.
- Dampak publik dan media terhadap citra keluarga dan perusahaan.
Kejadian ini menjadi bukti bahwa kehidupan nyata kadang tidak kalah dramatis dibandingkan fiksi televisi.
Implikasi bagi Dunia Bisnis Polandia
Kasus ini juga menjadi pelajaran bagi dunia bisnis Polandia, khususnya perusahaan keluarga besar. Pentingnya regulasi internal, perjanjian kepemilikan, dan rencana suksesi yang jelas menjadi kunci untuk menghindari konflik berkepanjangan.
Pengamat bisnis menyarankan agar perusahaan keluarga memiliki dokumen hukum yang memperjelas hak dan tanggung jawab anggota keluarga, serta mekanisme penyelesaian sengketa yang terstruktur. Dengan demikian, potensi konflik dapat diminimalkan dan stabilitas perusahaan terjaga.
Reaksi Publik dan Media
Kekalahan miliarder ini menarik perhatian media internasional, dengan banyak artikel yang membandingkan kisah nyata dengan drama serial Succession. Media Polandia menyoroti dampak kekalahan terhadap reputasi keluarga miliarder dan prospek bisnis perusahaan ke depan.
Sementara itu, publik menanggapi kasus ini dengan antusiasme tinggi, sebagian menganggapnya sebagai pelajaran tentang pentingnya transparansi dan manajemen konflik dalam bisnis keluarga. Beberapa analis juga menyebut bahwa drama bisnis seperti ini menunjukkan risiko tinggi yang terkait dengan pengelolaan perusahaan multigenerasi.
Pelajaran bagi Para Pengusaha
Kasus miliarder Polandia ini memberikan beberapa pelajaran penting bagi pengusaha dan keluarga dengan bisnis besar:
- Perencanaan Suksesi yang Jelas – Memastikan generasi penerus memiliki peran dan hak yang diatur secara formal.
- Transparansi dalam Kepemilikan Saham – Menghindari konflik melalui dokumen hukum yang jelas.
- Komunikasi Keluarga dan Strategi Bisnis – Menyelaraskan visi dan tujuan bisnis agar tidak terjadi pertentangan internal.
- Kesiapan Menghadapi Sengketa Hukum – Memahami regulasi dan menyiapkan strategi hukum sebelum konflik muncul.
Dengan pelajaran ini, perusahaan keluarga dapat lebih siap menghadapi potensi perselisihan dan menjaga kelangsungan bisnis secara berkelanjutan.
Kekalahan miliarder Polandia dalam gugatan perebutan bisnis menunjukkan bahwa konflik internal keluarga dapat memiliki dampak serius pada manajemen, strategi, dan reputasi perusahaan. Kasus ini menarik perhatian publik karena drama yang terjadi sangat mirip dengan alur serial televisi Succession.
Bagi dunia bisnis, peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya perencanaan suksesi, transparansi kepemilikan, dan komunikasi yang jelas antar anggota keluarga. Dengan langkah-langkah preventif, konflik internal dapat diminimalkan, sehingga perusahaan tetap stabil dan berkembang di tengah persaingan bisnis yang ketat.
Franklin County News — Selain dikenal sebagai artis, selebritas dan tokoh publik Indonesia kini banyak yang merambah dunia bisnis. Salah satu sektor yang diminati adalah kuliner. Selain menjadi peluang bisnis yang menjanjikan, bisnis kuliner juga dapat mendekatkan tokoh publik dengan penggemarnya melalui pengalaman bersantap yang unik.
Beberapa tokoh publik memilih berinvestasi di restoran, kafe, hingga franchise makanan yang unik. Strategi bisnis mereka tidak hanya mengandalkan popularitas, tetapi juga kualitas produk dan konsep kreatif yang menarik. Berikut lima tokoh publik dengan bisnis kuliner yang sukses.
1. Raffi Ahmad – RANS Cendol dan RANS Eatery
Raffi Ahmad, salah satu selebritas paling terkenal di Indonesia, melebarkan sayapnya ke bisnis kuliner melalui brand RANS. Salah satu produk andalannya adalah RANS Cendol, yang menghadirkan minuman tradisional dengan sentuhan modern dan inovatif.
Selain itu, Raffi juga membuka RANS Eatery, restoran yang menawarkan menu variatif mulai dari hidangan lokal hingga internasional. Brand ini memanfaatkan nama besar Raffi dan konsep kekinian untuk menarik pengunjung muda, sekaligus menjadikan pengalaman bersantap lebih menyenangkan.
2. Nagita Slavina – N’Savina Bakery
Istri Raffi Ahmad, Nagita Slavina, juga memiliki bisnis kuliner berupa N’Savina Bakery. Bakery ini menawarkan aneka roti, kue, dan pastry yang dikemas menarik.
Nagita memanfaatkan media sosial untuk mempromosikan produknya, sehingga bisa menjangkau pelanggan lebih luas. Keunikan dan kualitas produk menjadi kunci kesuksesan bakery ini, meskipun banyak pesaing di industri roti dan kue.
3. Deddy Corbuzier – D’Corbuzier Coffee
Mentalis dan presenter Deddy Corbuzier juga ikut meramaikan dunia kuliner dengan membuka D’Corbuzier Coffee. Kedai kopi ini menghadirkan konsep modern dan minimalis, sesuai tren gaya hidup urban saat ini.
Selain kopi, D’Corbuzier Coffee menawarkan menu makanan ringan yang bisa dinikmati sambil bersantai. Popularitas Deddy dan pendekatan marketing kreatif membuat kedai ini cepat dikenal dan diminati oleh masyarakat, terutama generasi muda.
4. Gading Marten – G’Martens Resto
Gading Marten, aktor sekaligus pembawa acara, membuka bisnis kuliner bernama G’Martens Resto. Restoran ini menawarkan menu internasional dan makanan khas Indonesia dengan penyajian modern.
Gading memanfaatkan keahlian dan pengalamannya dalam branding untuk menarik konsumen. G’Martens Resto juga sering menjadi lokasi kolaborasi dengan selebritas lain, sehingga meningkatkan visibilitas brand dan loyalitas pelanggan.
5. Nur Asia Uno – United Food & Beverage
Nur Asia Uno, yang dikenal sebagai pengusaha sekaligus tokoh publik, mengembangkan bisnis kuliner melalui United Food & Beverage, perusahaan yang bergerak di bidang restoran, kafe, dan franchise makanan.
Dengan strategi diversifikasi menu dan lokasi, bisnis kuliner ini mampu menjangkau berbagai segmen pasar. Fokus pada kualitas produk, pelayanan, dan pengalaman bersantap membuat usaha Nur Asia Uno terus berkembang, meskipun persaingan di industri kuliner sangat ketat.
Strategi Bisnis Tokoh Publik dalam Kuliner
Kesuksesan tokoh publik di dunia kuliner tidak semata-mata karena popularitas. Ada beberapa strategi yang mereka terapkan:
- Branding yang Kuat: Menggunakan nama besar tokoh publik untuk meningkatkan awareness.
- Kualitas Produk: Menjamin rasa dan tampilan makanan sesuai ekspektasi pelanggan.
- Media Sosial dan Pemasaran Digital: Memanfaatkan followers untuk promosi dan engagement.
- Inovasi Menu dan Konsep: Menawarkan sesuatu yang unik agar berbeda dari kompetitor.
- Kolaborasi dan Event: Mengundang selebritas atau membuat acara khusus untuk menarik pelanggan baru.
Dampak Bisnis Kuliner bagi Tokoh Publik
Bisnis kuliner menjadi sumber pendapatan tambahan sekaligus memperkuat brand image tokoh publik. Keberhasilan usaha ini juga dapat meningkatkan loyalitas penggemar karena mereka merasa lebih dekat dengan tokoh favorit melalui pengalaman bersantap.
Selain itu, bisnis kuliner membuka peluang kerja bagi banyak orang, dari barista, koki, hingga manajemen restoran. Hal ini menunjukkan bahwa bisnis ini tidak hanya menguntungkan secara finansial, tetapi juga berdampak sosial positif.
Tantangan yang Harus Dihadapi
Industri kuliner memiliki tantangan tersendiri, termasuk kompetisi ketat, tren yang cepat berubah, dan ekspektasi tinggi dari pelanggan. Tokoh publik harus mampu mengelola bisnis dengan profesional meskipun mereka tetap aktif di dunia hiburan atau bidang lain.
Kehadiran tokoh publik di dunia kuliner bisa menjadi pedang bermata dua. Popularitas membantu promosi, tetapi pelanggan tetap menuntut kualitas dan konsistensi produk. Strategi yang tepat menjadi kunci agar bisnis bertahan jangka panjang.
Dari Raffi Ahmad, Nagita Slavina, Deddy Corbuzier, Gading Marten, hingga Nur Asia Uno, bisnis kuliner menjadi jalan bagi tokoh publik untuk merambah sektor usaha yang menjanjikan. Keberhasilan mereka bukan hanya karena popularitas, tetapi juga kualitas, inovasi, dan strategi branding yang matang.
Industri kuliner yang kompetitif menuntut mereka untuk terus beradaptasi dengan tren dan kebutuhan pelanggan. Bagi masyarakat, kehadiran restoran dan kafe milik tokoh publik tidak hanya menyajikan makanan, tetapi juga pengalaman unik yang menggabungkan hiburan dan kuliner.
Franklin County News — Kemandirian teknologi menjadi fokus utama pemerintah Indonesia dalam menghadapi era digital dan persaingan global. Dengan memiliki kemampuan teknologi yang mandiri, negara dapat mengurangi ketergantungan pada produk impor, memperkuat keamanan siber, dan mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis inovasi.
Menteri terkait menekankan bahwa kemandirian teknologi bukan sekadar soal produksi alat, tetapi juga penguasaan ilmu pengetahuan, penelitian, dan inovasi yang mampu diterapkan di berbagai sektor strategis, mulai dari industri, pertahanan, hingga pelayanan publik.
Strategi Pemerintah dalam Mendorong Kemandirian
Pemerintah telah menyusun sejumlah strategi untuk mewujudkan kemandirian teknologi di tanah air:
- Investasi Riset dan Pengembangan (R&D)
Pemerintah meningkatkan anggaran riset untuk mengembangkan teknologi lokal, termasuk di bidang elektronik, energi terbarukan, pertanian, dan kesehatan. Dukungan ini bertujuan menciptakan inovasi yang relevan dengan kebutuhan nasional.
- Penguatan Pendidikan dan SDM
Pendidikan tinggi dan vokasi difokuskan untuk menghasilkan sumber daya manusia (SDM) yang menguasai teknologi modern. Program pelatihan, magang industri, dan kolaborasi dengan institusi internasional diupayakan agar SDM Indonesia siap menghadapi tantangan global.
- Pengembangan Ekosistem Startup dan Industri Teknologi
Pemerintah mendorong terbentuknya ekosistem startup teknologi, inkubator bisnis, dan pusat inovasi. Hal ini memungkinkan lahirnya solusi teknologi yang scalable dan mampu bersaing di pasar internasional.
Inovasi Teknologi Lokal yang Menjanjikan
Beberapa inovasi teknologi lokal sudah mulai menunjukkan potensi besar untuk mendukung kemandirian nasional. Misalnya:
- Teknologi Pertanian Modern: Penggunaan drone, sensor tanah, dan sistem irigasi otomatis untuk meningkatkan produktivitas.
- Energi Terbarukan: Pengembangan panel surya, bioenergi, dan turbin angin untuk mengurangi ketergantungan energi fosil.
- Teknologi Kesehatan: Aplikasi telemedicine, alat diagnostik digital, dan pengembangan vaksin lokal yang mendukung layanan kesehatan lebih cepat dan murah.
Keberhasilan inovasi ini menunjukkan bahwa dengan dukungan riset, regulasi yang tepat, dan kolaborasi industri, kemandirian teknologi dapat diwujudkan secara bertahap.
Tantangan dalam Mewujudkan Kemandirian Teknologi
Meskipun potensi besar, Indonesia menghadapi beberapa tantangan dalam mewujudkan kemandirian teknologi:
- Ketergantungan pada Teknologi Impor: Banyak komponen teknologi masih harus diimpor, yang menambah biaya dan risiko keterlambatan.
- Keterbatasan SDM Terampil: Tenaga ahli di bidang teknologi tinggi masih terbatas dibandingkan kebutuhan industri.
- Pendanaan dan Infrastruktur: Pengembangan teknologi membutuhkan investasi besar, baik untuk laboratorium, pabrik, maupun pusat inovasi.
- Regulasi dan Perlindungan Kekayaan Intelektual: Perlunya regulasi yang mendukung inovasi lokal dan melindungi hak paten untuk mendorong kreativitas.
Kolaborasi Antarstakeholder
Kemandirian teknologi tidak dapat dicapai oleh pemerintah saja. Kolaborasi antara universitas, industri, startup, dan komunitas inovator menjadi kunci keberhasilan. Misalnya, perusahaan teknologi besar dapat bekerja sama dengan lembaga penelitian untuk mengembangkan produk yang aplikatif, sementara pemerintah menyediakan insentif dan regulasi yang mendukung.
Selain itu, kerja sama internasional tetap diperlukan untuk transfer teknologi, benchmarking, dan mengakses standar global, sambil tetap menjaga kemandirian produksi lokal.
Dampak Kemandirian Teknologi bagi Ekonomi dan Keamanan
Kemandirian teknologi memiliki dampak positif yang luas bagi negara:
- Ekonomi: Mengurangi ketergantungan impor, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan daya saing produk lokal di pasar global.
- Keamanan Nasional: Memiliki teknologi kritis sendiri meningkatkan kedaulatan di bidang pertahanan, keamanan siber, dan infrastruktur vital.
- Inovasi dan Penelitian: Mendorong budaya inovasi dan kemampuan penelitian lokal yang berkelanjutan.
- Pelayanan Publik: Memperkuat layanan publik, seperti e-government, pendidikan, dan kesehatan digital, dengan teknologi mandiri yang lebih efisien dan murah.
Wujudkan kemandirian teknologi menjadi salah satu agenda strategis Indonesia untuk menghadapi tantangan global dan era digital. Dengan fokus pada riset, pengembangan SDM, penguatan ekosistem startup, serta kolaborasi lintas sektor, negara dapat menciptakan inovasi yang berdampak positif bagi ekonomi, keamanan, dan kualitas hidup masyarakat.
Meski menghadapi tantangan seperti keterbatasan SDM terampil dan ketergantungan komponen impor, langkah-langkah strategis pemerintah, dukungan industri, dan partisipasi aktif akademisi serta komunitas inovator diyakini mampu mendorong Indonesia menuju kemandirian teknologi yang nyata dan berkelanjutan.
Dengan begitu, Indonesia tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga produsen inovasi yang dapat bersaing di tingkat global, memperkuat kedaulatan, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan.
Franklin County News — Pasangan selebriti Ayudia Bing Slamet dan Ditto Percussion mengejutkan penggemar dengan keputusan mereka untuk vakum sementara dari dunia hiburan. Keputusan ini diambil setelah keduanya memutuskan fokus pada kehidupan keluarga dan mengembangkan usaha baru di luar panggung hiburan.
Sejak menikah, Ayudia dan Ditto dikenal aktif dalam berbagai proyek musik, film, dan konten kreatif. Namun, keduanya merasa perlu mengambil jeda untuk menata prioritas hidup, termasuk memberikan perhatian penuh pada anak dan eksplorasi bisnis mandiri yang berkelanjutan.
Bisnis Baru: Beternak Domba
Setelah meninggalkan hiruk-pikuk dunia hiburan, Ayudia & Ditto memilih beternak domba sebagai fokus baru mereka. Bisnis ternak ini dianggap menarik karena memiliki prospek keuntungan yang menjanjikan, terutama di pasar daging dan olahan domba yang terus meningkat permintaannya.
Mereka memulai usaha ini dengan investasi awal terbatas, membeli beberapa ekor domba unggul, serta memanfaatkan lahan yang cukup luas di kawasan pedesaan. Pendekatan ini tidak hanya menjadi sumber pendapatan baru, tetapi juga menghadirkan pengalaman belajar bagi keduanya mengenai dunia pertanian dan peternakan.
Filosofi di Balik Pemilihan Usaha
Ayudia menjelaskan bahwa keputusan untuk memilih beternak domba bukan semata-mata soal bisnis, tetapi juga tentang menghadirkan kehidupan yang lebih sederhana dan dekat dengan alam. Aktivitas merawat ternak dan mengelola usaha pertanian memberikan pengalaman baru yang menenangkan, berbeda dari tekanan dunia hiburan.
Ditto menambahkan bahwa bisnis ini juga memungkinkan fleksibilitas waktu, sehingga mereka tetap bisa mengurus keluarga sambil menjalankan usaha. Filosofi ini menjadi nilai tambah karena menunjukkan bahwa kesuksesan tidak harus selalu diukur dari popularitas, tetapi juga kualitas hidup dan kesejahteraan keluarga.
Tantangan Memasuki Dunia Peternakan
Meski menarik, dunia peternakan bukan tanpa tantangan. Ayudia & Ditto harus belajar banyak hal, mulai dari pemilihan bibit unggul, pemberian pakan, perawatan kesehatan ternak, hingga pemasaran hasil ternak.
Mereka juga memanfaatkan mentor dan komunitas peternak untuk memahami praktik terbaik dalam beternak domba. Kolaborasi ini membantu mengurangi risiko gagal dan mempercepat pemahaman mereka dalam menjalankan bisnis secara profesional.
Peluang Pasar Domba di Indonesia
Usaha beternak domba memiliki prospek menjanjikan, terutama menjelang musim hari raya, acara adat, dan kebutuhan kuliner masyarakat. Domba menjadi sumber daging berkualitas tinggi yang banyak dicari restoran, hotel, dan konsumen individu.
Selain itu, pasar olahan domba seperti sate, gulai, atau produk kemasan premium semakin diminati, membuka peluang bagi Ayudia & Ditto untuk mengembangkan usaha ke tahap pengolahan produk. Pendekatan ini memungkinkan diversifikasi pendapatan dan memperkuat keberlanjutan usaha.
Kegiatan Sehari-hari di Peternakan
Sehari-hari, Ayudia & Ditto membagi waktu antara merawat ternak, mengelola administrasi bisnis, dan mengurus keluarga. Aktivitas seperti memberi makan, membersihkan kandang, serta memantau kesehatan domba menjadi rutinitas yang memberikan kepuasan tersendiri.
Mereka juga membagikan pengalaman melalui media sosial, menunjukkan sisi kehidupan baru yang jauh dari gemerlap hiburan, namun lebih dekat dengan alam dan kegiatan produktif. Hal ini menarik perhatian penggemar yang mendukung keputusan mereka untuk menjalani kehidupan lebih sederhana dan bermanfaat.
Inspirasi bagi Selebriti dan Milenial
Langkah Ayudia & Ditto bisa menjadi inspirasi bagi selebriti lain atau generasi muda yang ingin memulai usaha mandiri. Mereka menunjukkan bahwa hidup tidak harus selalu bergantung pada popularitas atau dunia hiburan, melainkan bisa diarahkan pada bisnis produktif yang berkelanjutan.
Pendekatan ini juga menekankan pentingnya edukasi dan adaptasi, karena dunia pertanian dan peternakan memerlukan pemahaman teknis, kesabaran, dan manajemen yang baik agar usaha berjalan lancar.
Harapan dan Rencana Masa Depan
Pasangan ini menargetkan pengembangan usaha ternak domba secara bertahap, mulai dari peningkatan jumlah ternak, kualitas bibit, hingga ekspansi ke produk olahan. Mereka berharap bisnis ini dapat menjadi sumber penghasilan yang stabil dan berkelanjutan untuk keluarga, sekaligus memberi kontribusi positif bagi masyarakat sekitar.
Ayudia & Ditto juga membuka kemungkinan untuk berbagi ilmu beternak melalui workshop atau kolaborasi dengan peternak lain, sehingga pengalaman mereka dapat bermanfaat bagi komunitas luas.
Dari Hiburan ke Peternakan
Keputusan Ayudia & Ditto untuk vakum dari dunia hiburan dan fokus pada beternak domba menunjukkan perubahan signifikan dalam gaya hidup mereka. Dari sorotan panggung dan layar kaca, kini mereka menekuni dunia peternakan yang menantang namun memberikan kepuasan pribadi dan finansial.
Bisnis baru ini tidak hanya menjadi sumber penghasilan, tetapi juga mencerminkan filosofi hidup yang lebih sederhana, dekat dengan alam, dan berfokus pada kesejahteraan keluarga. Keberanian mereka untuk berpindah bidang menjadi inspirasi bahwa kesuksesan bisa diraih dengan berbagai cara, termasuk melalui usaha produktif di sektor pertanian dan peternakan.
Franklin County News — Magelang, kota kecil di Jawa Tengah, dikenal dengan pesona alamnya yang hijau, udara sejuk, dan budaya yang kaya. Kota ini menawarkan suasana yang tenang, jauh dari hiruk-pikuk perkotaan, menjadikannya destinasi ideal bagi mereka yang ingin menikmati staycation santai atau liburan singkat. Selain Candi Borobudur yang terkenal, Magelang memiliki banyak penginapan dengan nuansa nyaman, pemandangan alam, dan layanan yang ramah.
Bagi para wisatawan yang ingin rehat sejenak dari rutinitas, penginapan-penginapan ini menawarkan kombinasi ketenangan, pemandangan menawan, dan fasilitas lengkap yang membuat pengalaman staycation semakin berkesan.
1. Plataran Borobudur Resort & Spa
Plataran Borobudur Resort & Spa menawarkan pengalaman staycation mewah dengan pemandangan langsung ke Candi Borobudur. Resor ini menghadirkan atmosfer alam yang tenang, kolam renang infinity, spa, dan restoran dengan menu lokal dan internasional. Tempat ini cocok bagi pasangan atau keluarga yang ingin bersantai sambil menikmati suasana klasik Magelang.
2. Amanjiwo Resort
Amanjiwo adalah salah satu resort premium yang memadukan arsitektur tradisional Jawa dengan kenyamanan modern. Setiap villa memiliki pemandangan langsung ke Candi Borobudur dan perbukitan sekitarnya. Amanjiwo terkenal dengan layanan eksklusif, ketenangan yang maksimal, dan pengalaman kuliner autentik khas Jawa.
3. MesaStila Resort
MesaStila Resort menawarkan villa dengan konsep alami dan desain kolonial. Resor ini berada di tengah kebun teh dan perbukitan, menciptakan suasana tenang yang cocok untuk meditasi atau retreat. Fasilitas spa, yoga, dan kelas memasak tradisional menambah nilai pengalaman staycation di tempat ini.
4. Borobudur Highland Resort
Borobudur Highland Resort merupakan pilihan staycation bagi mereka yang menginginkan penginapan yang nyaman namun tetap ramah di kantong. Resort ini menawarkan pemandangan perbukitan, kolam renang, dan fasilitas olahraga ringan. Suasana yang tenang dan jauh dari bising kota membuatnya ideal untuk melepas penat.
5. Losmen & Homestay di Dusun Sawah
Bagi wisatawan yang menyukai pengalaman lebih lokal, menginap di homestay di sekitar dusun sawah Magelang memberikan kesempatan menikmati kehidupan pedesaan. Udara segar, pemandangan hijau, serta interaksi dengan warga lokal menjadi pengalaman unik yang tidak didapatkan di penginapan kota.
6. Hillton Borobudur Resort
Hillton Borobudur Resort menawarkan kombinasi fasilitas modern dan alam yang menenangkan. Penginapan ini cocok untuk keluarga karena memiliki area bermain anak, kolam renang, dan program aktivitas keluarga. Selain itu, pemandangan sunrise di pagi hari memberikan pengalaman yang tak terlupakan bagi para tamu.
7. The Artotel Borobudur
The Artotel Borobudur menawarkan konsep staycation yang lebih modern dan artistik. Setiap kamar dirancang dengan estetika kontemporer, dan fasilitas lengkap seperti Wi-Fi, lounge, serta restoran dengan menu kreatif. Cocok untuk traveler muda yang mencari kenyamanan tanpa meninggalkan gaya urban.
8. Villa & Cottage di Lereng Merbabu
Bagi pecinta alam dan pendaki, villa atau cottage di lereng Gunung Merbabu menawarkan staycation sekaligus pengalaman dekat dengan alam. Suasana yang jauh dari bising kota, udara sejuk, dan panorama gunung membuat pengalaman menginap lebih menenangkan. Beberapa villa bahkan dilengkapi balkon pribadi dengan pemandangan sunrise yang menakjubkan.
9. Hotel Eco-Friendly di Magelang
Beberapa hotel eco-friendly di Magelang menjadi alternatif bagi wisatawan yang peduli lingkungan. Menginap di sini memberikan kenyamanan sekaligus pengalaman berkontribusi pada konservasi alam. Fasilitas ramah lingkungan seperti panel surya, penggunaan air efisien, dan kebun organik menjadi daya tarik tersendiri.
10. Boutique Hotel dan Guesthouse Klasik
Bagi yang mencari pengalaman staycation lebih intim, boutique hotel dan guesthouse klasik di Magelang menawarkan kamar unik dengan layanan personal. Lokasinya biasanya berada di kawasan tenang, dekat dengan pusat kota namun tetap menjaga privasi tamu. Konsep vintage atau tradisional Jawa menambah nilai estetika bagi para pengunjung.
Tips Memilih Tempat Staycation di Magelang
- Pertimbangkan Lokasi – Pilih penginapan yang sesuai tujuan, misalnya dekat Candi Borobudur, lereng gunung, atau pedesaan.
- Sesuaikan dengan Aktivitas – Jika ingin trekking atau hiking, pilih villa di dekat alam. Jika ingin bersantai, pilih resort dengan spa dan kolam renang.
- Periksa Fasilitas dan Layanan – Pastikan penginapan menyediakan fasilitas sesuai kebutuhan, seperti Wi-Fi, sarapan, atau layanan keluarga.
- Baca Review Pengunjung – Informasi dari tamu sebelumnya bisa membantu menilai kualitas dan pengalaman staycation.
- Sesuaikan Anggaran – Magelang menawarkan penginapan dari kelas premium hingga terjangkau, pilih sesuai bujet liburan.
Staycation Tenang di Magelang
Magelang menawarkan beragam pilihan penginapan yang ideal untuk staycation jauh dari bising kota. Dari resort mewah dengan pemandangan Candi Borobudur hingga villa pedesaan yang asri, semua pilihan memberikan pengalaman santai, nyaman, dan menyenangkan.
Bagi mereka yang ingin melepas penat, menjelajah alam, atau sekadar menikmati suasana pedesaan, Magelang menjadi destinasi tepat. Dengan berbagai opsi penginapan dan pemandangan alam yang menenangkan, staycation di kota ini mampu memberikan pengalaman liburan yang berkesan dan menenangkan jiwa.