Okupansi Hotel Fluktuatif, DFAM Tancap Gas Garap Bisnis Katering

Okupansi Hotel Fluktuatif, DFAM Tancap Gas Garap Bisnis Katering

Franklin County News — PT Dafam Property Indonesia Tbk (DFAM) menghadapi tantangan di sektor perhotelan seiring okupansi hotel yang fluktuatif pasca pemulihan ekonomi pascapandemi. Perusahaan mencatat bahwa permintaan kamar hotel masih belum stabil di beberapa lokasi, terutama di kota-kota dengan tingkat persaingan tinggi dan musim liburan yang bersifat musiman.

Kondisi ini mendorong manajemen DFAM untuk mencari peluang diversifikasi bisnis agar dapat meningkatkan pendapatan di luar sektor hotel. Salah satu langkah strategis yang diambil adalah memperkuat lini bisnis katering untuk melayani kebutuhan corporate dan event, sekaligus memanfaatkan infrastruktur hotel yang ada.

Bisnis Katering Sebagai Strategi Diversifikasi

DFAM melihat bisnis katering sebagai peluang yang potensial. Dengan pengalaman panjang mengelola hotel dan restoran, perusahaan memiliki kompetensi dalam penyediaan makanan dan minuman berkualitas, termasuk layanan prasmanan, hidangan resmi, dan paket catering untuk pertemuan atau acara perusahaan.

Strategi ini diharapkan tidak hanya menambah aliran pendapatan baru, tetapi juga meningkatkan utilisasi dapur dan staf hotel, sehingga mengurangi risiko pendapatan yang tergantung sepenuhnya pada okupansi kamar.

Target Pasar Katering DFAM

Lini bisnis katering DFAM menargetkan dua segmen utama: korporat dan sosial. Segmen korporat meliputi perusahaan yang membutuhkan layanan catering untuk rapat, seminar, dan kegiatan internal. Sedangkan segmen sosial mencakup pernikahan, ulang tahun, dan acara komunitas.

Perusahaan menekankan kualitas layanan, fleksibilitas menu, dan kemampuan delivery untuk menjangkau klien di berbagai lokasi. Dengan pendekatan ini, DFAM berupaya memposisikan diri sebagai penyedia katering yang handal dan profesional.

Investasi Infrastruktur dan Sumber Daya

Untuk mendukung ekspansi bisnis katering, DFAM melakukan investasi pada dapur pusat (central kitchen) yang dilengkapi peralatan modern, serta meningkatkan kemampuan SDM melalui pelatihan layanan makanan dan manajemen event. Langkah ini memastikan standar kualitas tetap tinggi, bahkan saat melayani pesanan dalam jumlah besar.

Selain itu, integrasi sistem reservasi online dan layanan delivery menjadi bagian dari strategi digitalisasi, memudahkan klien dalam melakukan pemesanan dan pembayaran.

Potensi Pendapatan dan Sinergi dengan Hotel

Bisnis katering diyakini dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap total pendapatan DFAM. Selain menjadi sumber pendapatan baru, katering juga menciptakan sinergi dengan hotel yang dimiliki perusahaan. Misalnya, restoran hotel dapat digunakan sebagai tempat produksi catering, atau paket catering dapat dipromosikan kepada tamu hotel untuk acara khusus.

Sinergi ini meningkatkan efisiensi operasional sekaligus memperkuat brand DFAM sebagai penyedia layanan hospitality yang komprehensif.

Tantangan dan Kompetisi Pasar

Meskipun memiliki potensi besar, bisnis katering tidak luput dari tantangan. Persaingan ketat dari penyedia katering independen maupun restoran ternama memaksa DFAM untuk terus menjaga kualitas, inovasi menu, dan layanan pelanggan.

Harga juga menjadi faktor penting. DFAM harus mampu menawarkan harga kompetitif tanpa mengorbankan kualitas, agar tetap menarik bagi segmen korporat dan sosial yang sensitif terhadap biaya.

Respons Pasar dan Peluang Pertumbuhan

Sejauh ini, respons pasar terhadap layanan katering DFAM cukup positif. Banyak perusahaan dan komunitas yang memanfaatkan paket catering untuk berbagai acara. Pertumbuhan ini menunjukkan bahwa diversifikasi bisnis merupakan langkah tepat untuk menghadapi fluktuasi okupansi hotel.

DFAM juga melihat peluang untuk memperluas jangkauan katering ke kota-kota lain, memanfaatkan jaringan hotel dan fasilitas yang dimiliki, sekaligus memanfaatkan tren meningkatnya kebutuhan layanan makanan berkualitas.

Strategi Jangka Panjang DFAM

Manajemen DFAM menekankan bahwa diversifikasi bisnis bukan hanya solusi jangka pendek, tetapi bagian dari strategi jangka panjang untuk meningkatkan ketahanan perusahaan. Dengan mengembangkan lini katering, perusahaan mampu menyeimbangkan pendapatan dari sektor hotel dan layanan makanan, serta memitigasi risiko ketergantungan pada satu sumber pendapatan.

Selain itu, DFAM berencana mengembangkan paket layanan lengkap, mulai dari penginapan, restoran, hingga catering untuk event, sehingga menciptakan ekosistem hospitality yang terpadu.

Fluktuasi okupansi hotel menjadi tantangan nyata bagi DFAM, namun perusahaan menunjukkan adaptasi yang cepat melalui ekspansi bisnis katering. Dengan memanfaatkan keahlian dalam hospitality, investasi infrastruktur, dan strategi pemasaran yang tepat, lini katering diharapkan menjadi sumber pendapatan signifikan sekaligus memperkuat brand DFAM.

Langkah ini mencerminkan kemampuan perusahaan untuk merespons dinamika pasar, menciptakan sinergi antarunit bisnis, dan memastikan pertumbuhan yang berkelanjutan dalam industri perhotelan dan jasa makanan di Indonesia.

Sektor Properti Bakal Kinclong di 2026, Saham-Saham Ini Patut Dilirik
AHM Bekali Ribuan Pelajar SMK dengan Teknologi Honda Terbaru