NVIDIA Pilih Johor, Ekonom Soroti Tantangan Investasi Teknologi di Indonesia
Franklin County News — Perusahaan teknologi raksasa NVIDIA dilaporkan memilih Johor, Malaysia sebagai lokasi ekspansi investasi besar untuk membangun pusat data dan infrastruktur kecerdasan buatan (AI), meninggalkan Indonesia sebagai calon lokasi utama. Keputusan NVIDIA ini menjadi sorotan kuat karena menunjukkan bagaimana investor global kini lebih memilih negara tetangga untuk menanamkan modal di sektor teknologi.
NVIDIA menjalin kerja sama dengan YTL Power dan masuk sebagai salah satu dari hanya lima NVIDIA Cloud Partners secara global, memberikan Johor peran strategis dalam ecosystem digital di Asia Tenggara. Investasi ini juga diperkirakan akan menciptakan ribuan lapangan kerja teknologi tinggi dan memperkuat Johor sebagai pusat AI di kawasan ASEAN.
Respon Ekonom terhadap Keputusan NVIDIA
Ekonom dan pengamat investasi Indonesia menilai keputusan NVIDIA bukan sekadar cerita perusahaan mencari lokasi baru, tetapi mencerminkan tantangan struktural iklim investasi di Indonesia. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa bahkan menyatakan bahwa keputusan NVIDIA memilih Johor menjadi bukti bahwa iklim investasi di Indonesia “masih kalah bersaing” dibanding negara seperti Malaysia, Singapura, Vietnam, atau Thailand
Menurut Purbaya, meskipun pemerintah telah menerapkan sistem perizinan terpadu melalui OSS (One Single Submission), dalam praktiknya prosesnya belum tuntas dan masih menyisakan hambatan yang membuat investor besar ragu menanamkan modal di Indonesia
Johor sebagai Hab Teknologi ASEAN
Johor telah menyiapkan dirinya dengan strategi panjang untuk menarik investasi teknologi global. Kawasan Johor–Singapore Special Economic Zone (JS-SEZ) yang digagas antara Johor dan Singapura menjadikan provinsi ini sebagai gerbang strategis dalam ecosystem digital ASEAN. Investasi senilai RM20,6 miliar (sekitar USD 6,2 miliar) antara NVIDIA dan YTL Power menjadi bukti kuat bahwa Johor memiliki dukungan infrastruktur dan kebijakan yang menarik bagi perusahaan teknologi global.
Dalam kerangka ini, Johor juga sedang membangun Large Language Model (LLM) pertamanya dan berbagai fasilitas bersama yang akan mengubah peta digital kawasan. Kolaborasi Johor–Singapura digunakan untuk menyusun testbed AI, membangun talent pipeline dan memperkuat ekosistem teknologi di kawasan.
Faktor Keunggulan Johor Dibanding Indonesia
Beberapa analis melihat faktor-faktor yang membuat Johor lebih menarik bagi NVIDIA dan investor teknologi lain, antara lain:
- Infrastruktur yang relatif matang dan dukungan logistik yang dekat dengan pusat finansial seperti Singapura.
- Kebijakan yang lebih konsisten dan cepat dalam pemberian izin proyek besar.
- Insentif bagi investasi teknologi tinggi, termasuk kerja sama dengan korporat lokal yang kuat.
Johor juga mendapatkan keuntungan karena biaya lahan dan akses energi yang relatif lebih terjangkau dibanding sejumlah lokasi potensial di Indonesia.
Tantangan Investasi Teknologi di Indonesia
Sementara itu, Indonesia masih menghadapi sejumlah tantangan internal yang memengaruhi daya tariknya di mata investor besar seperti NVIDIA. Para ekonom menyoroti beberapa hal:
- Perizinan yang dianggap lambat dan birokratis, meskipun OSS telah diterapkan. Hal ini sering kali memperpanjang waktu realisasi proyek dan menambah ketidakpastian manajemen risiko bagi investor besar.
- Koordinasi antarlembaga dan pemerintahan daerah yang belum sepenuhnya mulus, sehingga kadang membingungkan investor dalam proses implementasi proyek teknologi.
- Ketersediaan infrastruktur teknologi tinggi, seperti jaringan listrik yang stabil dan pusat data dengan kapasitas besar, masih tertinggal dibanding negara tetangga.
- Talenta digital dan kesiapan sumber daya manusia yang kompeten belum tersebar secara merata dan belum sepenuhnya menarik bagi perusahaan global. Hal ini menjadi PR besar karena industri teknologi sangat tergantung pada ketersediaan tenaga kerja berkualitas. Ekon
Peluang dan Upaya Pemerintah Indonesia
Pemerintah Indonesia sendiri telah menyadari perlunya reformasi untuk memperbaiki iklim investasi, khususnya di sektor teknologi dan digital. Salah satu langkah merupakan pembentukan Task Force Debottlenecking untuk mengurai hambatan investasi secara praktis, bukan hanya melalui revisi regulasi semata. Upaya ini diharapkan dapat mempercepat realisasi investasi besar dan menjadikan lingkungan bisnis lebih kompetitif.
Selain itu, Pemerintah juga tengah mendorong strategi transformasi digital nasional yang mencakup penguatan infrastruktur konektivitas, peningkatan talenta digital, serta pembentukan ekosistem riset dan inovasi yang terbuka bagi pelaku industri. Hal ini dianggap penting untuk menarik lebih banyak investasi AI, semikonduktor, dan teknologi canggih ke Indonesia.
Reaksi Pelaku Industri dan Akademisi
Sebagian pelaku industri teknologi di Indonesia melihat momentum keputusan NVIDIA sebagai peluang untuk introspeksi. Mereka menyebut bahwa jika Indonesia mampu memperbaiki regulasi, menyediakan insentif yang lebih kompetitif, serta memperkuat ecosystem digital, perusahaan teknologi lain mungkin akan mempertimbangkan kembali Indonesia sebagai tujuan utama investasi.
Akademisi juga menekankan bahwa Indonesia harus mempercepat upskilling dan reskilling tenaga kerja di bidang teknologi untuk memenuhi kebutuhan industri yang semakin canggih. Dengan begitu, Indonesia bisa bersaing memperebutkan investasi global seperti halnya negara-negara lain di Asia Tenggara.
Implikasi Bagi Ekonomi Indonesia
Keputusan NVIDIA memilih Johor sebagai lokasi investasi teknologi besar ini dapat memiliki implikasi ekonomi jangka panjang jika tidak direspons dengan strategi yang tepat oleh Indonesia. Investasi semacam ini biasanya membawa spillover effect yang besar, antara lain:
- Pertumbuhan kapasitas teknologi lokal, termasuk pusat data dan AI research.
- Penciptaan ribuan pekerjaan berkualitas tinggi.
- Peningkatan posisi strategis dalam rantai global teknologi.
Jika Indonesia tidak segera memperkuat kebijakan, infrastruktur, dan talenta digital, negara ini berisiko tertinggal dalam arus investasi teknologi yang terus mengalir ke kawasan lain di Asia Tenggara.
Momentum Perbaikan Iklim Investasi
Keputusan NVIDIA memilih Johor, Malaysia, sebagai lokasi investasinya mencerminkan realitas persaingan investasi teknologi di kawasan ASEAN. Keunggulan Johor dalam ekosistem digital, dukungan kebijakan, dan kerja sama strategis menarik perusahaan global untuk berinvestasi di sana. Sementara itu, Indonesia menghadapi tantangan structural yang harus diatasi untuk menarik investasi serupa. Jika pemerintah dan pelaku industri mampu memperbaiki iklim investasi, mempercepat birokrasi, dan memperkuat ekosistem teknologi, Indonesia masih berpeluang menjadi destinasi penting bagi investasi teknologi tinggi di masa mendatang.
