Direktur Baru BPJS Kesehatan & Ketenagakerjaan Resmi Dilantik
Franklin County News — Kota Denpasar kembali menarik perhatian publik dengan terobosan terbaru dalam pelayanan dasar masyarakat. Pada bulan Februari 2026, Pemerintah Kota Denpasar melalui Tim Penggerak PKK resmi membuka sejumlah Posyandu Paripurna yang dirancang untuk menjawab berbagai kebutuhan warga dari usia dini hingga lanjut usia. Pembukaan ini bukan hanya sekadar seremoni tetapi merupakan langkah strategis dalam mewujudkan layanan kesehatan yang lebih luas, inklusif, dan responsif terhadap berbagai tantangan kesehatan masyarakat.
Transformasi ini menandai era baru pelayanan masyarakat di Denpasar, di mana posyandu tidak lagi terbatas pada pemeriksaan ibu hamil dan penimbangan balita. Hasil tersebut merupakan buah dari kebijakan pemerintah yang merujuk pada Permendagri Nomor 13 Tahun 2024 yang mendorong posyandu menjadi pusat layanan terpadu berdasarkan enam Standar Pelayanan Minimal (SPM). Dengan demikian, layanan yang diberikan semakin komprehensif, efisien, dan menyentuh berbagai aspek kehidupan masyarakat di tingkat banjar dan kelurahan.
Transformasi Posyandu: Dari Kesehatan Biasa ke Layanan 6 SPM Terpadu
Era posyandu yang baru di Denpasar menjadi daya tarik utama dalam upaya peningkatan kesehatan masyarakat. Berdasarkan kebijakan terbaru, Posyandu Paripurna 6 SPM kini hadir sebagai institusi pelayanan masyarakat yang melampaui batasan tradisional. Tidak hanya melayani kesehatan ibu hamil, balita, serta lansia, tetapi juga menyentuh sektor lain seperti pendidikan keluarga, pekerjaan umum, ketertiban, perlindungan masyarakat, dan perumahan.
Perubahan besar ini didasari oleh kebutuhan untuk menyesuaikan layanan dengan tantangan sosial-ekonomi masyarakat modern. Pemahaman bahwa kesehatan tidak hanya berkaitan dengan fisik, tetapi juga pendidikan, akses air bersih, sanitasi, serta ketertiban lingkungan, menjadi landasan kuat dalam penerapan 6 Standar Pelayanan Minimal tersebut. Alhasil, setiap warga kini memiliki akses lebih luas terhadap bantuan yang menyentuh keberlangsungan hidup mereka secara menyeluruh sebuah pembaruan penting dalam sistem pelayanan publik di Denpasar.
Layanan Komprehensif untuk Semua Kalangan: Ibu, Anak, Remaja Hingga Lansia
Dengan dibukanya berbagai Posyandu Paripurna di Kelurahan Penatih, Banjar Sada dan lokasi lainnya, masyarakat Denpasar kini menikmati layanan yang melimpah dan beragam. Tidak hanya pemeriksaan kesehatan dasar, tetapi juga layanan skrining penyakit tidak menular, imunisasi, edukasi parenting, hingga stimulasi tumbuh kembang anak tersedia gratis. Hal ini menunjukkan bahwa posyandu kini benar-benar menjadi ruang pelayanan masyarakat yang menyeluruh bagi seluruh usia.
Para warga yang mengikuti kegiatan ini mengaku puas dan merasakan manfaat yang nyata. Misalnya, pemeriksaan gigi bayi dan balita yang sebelumnya jarang tersedia kini jadi bagian dari layanan rutin, sementara lansia mendapatkan cek kesehatan lengkap yang membantu mereka mendeteksi berbagai potensi risiko kesehatan sejak dini. Semangat gotong royong dan partisipasi masyarakat juga semakin terbangun melalui layanan sosial yang terintegrasi.
Peran Kader dan Masyarakat: Kunci Keberhasilan Posyandu Paripurna 6 SPM
Keberhasilan pembukaan Posyandu Paripurna ini tak lepas dari peran aktif para kader posyandu di setiap banjar/kelurahan. Para kader tidak hanya bertugas menimbang berat badan balita atau mencatat data kesehatan, namun kini juga menjalankan fungsi sebagai first responder untuk pelayanan pendidikan, kebersihan lingkungan, hingga rujukan bantuan sosial. Mereka menjadi ujung tombak yang menjaga akses warga terhadap layanan dasar.
Pemerintah Kota Denpasar, melalui kebijakan ini, juga mengajak masyarakat untuk semakin aktif memanfaatkan fasilitas posyandu. Pendekatan partisipatif diharapkan mampu memperkuat sinergi antara pemerintah, kader, dan warga sehingga program kesehatan masyarakat tidak hanya menjadi program normatif tetapi benar-benar memberi dampak nyata bagi kehidupan sehari-hari. Semangat inilah yang diharapkan terus berkembang, dari satu banjar ke banjar lain, hingga Denpasar menjadi contoh layanan publik yang berorientasi pada kebutuhan rakyatnya.
Menatap Masa Depan: Posyandu sebagai Pusat Kesehatan Berkelanjutan
Denpasar tidak berhenti di sini. Dengan berbagai pembukaan Posyandu Paripurna yang terus dilakukan sepanjang tahun, pemerintah kota menargetkan total puluhan posyandu yang siap melayani masyarakat di seluruh sudut kota. Ini menjadi bagian dari upaya strategis untuk memastikan bahwa layanan dasar kesehatan dan kesejahteraan dapat diakses oleh semua kalangan tanpa terkecuali.
Penyelenggaraan layanan ini juga dirancang sebagai momentum untuk memperkuat karakter masyarakat yang sehat, mandiri, dan produktif. Posyandu bukan lagi sekadar tempat berkumpul pada minggu tertentu, tetapi menjadi pusat pelayanan dan advokasi bagi warga untuk hidup sehat, mendapatkan pendidikan keluarga, serta memecahkan persoalan sosial-ekonomi secara terintegrasi. Dengan begitu, Denpasar semoga menjadi pionir layanan publik yang berkelanjutan, responsif, dan berpihak pada rakyat.
