Dari Raffi Ahmad hingga Nur Asia Uno, Ini 5 Bisnis Kuliner Milik Tokoh Publik

Dari Raffi Ahmad hingga Nur Asia Uno, Ini 5 Bisnis Kuliner Milik Tokoh Publik

Franklin County News — Selain dikenal sebagai artis, selebritas dan tokoh publik Indonesia kini banyak yang merambah dunia bisnis. Salah satu sektor yang diminati adalah kuliner. Selain menjadi peluang bisnis yang menjanjikan, bisnis kuliner juga dapat mendekatkan tokoh publik dengan penggemarnya melalui pengalaman bersantap yang unik.

Beberapa tokoh publik memilih berinvestasi di restoran, kafe, hingga franchise makanan yang unik. Strategi bisnis mereka tidak hanya mengandalkan popularitas, tetapi juga kualitas produk dan konsep kreatif yang menarik. Berikut lima tokoh publik dengan bisnis kuliner yang sukses.

1. Raffi Ahmad – RANS Cendol dan RANS Eatery

Raffi Ahmad, salah satu selebritas paling terkenal di Indonesia, melebarkan sayapnya ke bisnis kuliner melalui brand RANS. Salah satu produk andalannya adalah RANS Cendol, yang menghadirkan minuman tradisional dengan sentuhan modern dan inovatif.

Selain itu, Raffi juga membuka RANS Eatery, restoran yang menawarkan menu variatif mulai dari hidangan lokal hingga internasional. Brand ini memanfaatkan nama besar Raffi dan konsep kekinian untuk menarik pengunjung muda, sekaligus menjadikan pengalaman bersantap lebih menyenangkan.

2. Nagita Slavina – N’Savina Bakery

Istri Raffi Ahmad, Nagita Slavina, juga memiliki bisnis kuliner berupa N’Savina Bakery. Bakery ini menawarkan aneka roti, kue, dan pastry yang dikemas menarik.

Nagita memanfaatkan media sosial untuk mempromosikan produknya, sehingga bisa menjangkau pelanggan lebih luas. Keunikan dan kualitas produk menjadi kunci kesuksesan bakery ini, meskipun banyak pesaing di industri roti dan kue.

3. Deddy Corbuzier – D’Corbuzier Coffee

Mentalis dan presenter Deddy Corbuzier juga ikut meramaikan dunia kuliner dengan membuka D’Corbuzier Coffee. Kedai kopi ini menghadirkan konsep modern dan minimalis, sesuai tren gaya hidup urban saat ini.

Selain kopi, D’Corbuzier Coffee menawarkan menu makanan ringan yang bisa dinikmati sambil bersantai. Popularitas Deddy dan pendekatan marketing kreatif membuat kedai ini cepat dikenal dan diminati oleh masyarakat, terutama generasi muda.

4. Gading Marten – G’Martens Resto

Gading Marten, aktor sekaligus pembawa acara, membuka bisnis kuliner bernama G’Martens Resto. Restoran ini menawarkan menu internasional dan makanan khas Indonesia dengan penyajian modern.

Gading memanfaatkan keahlian dan pengalamannya dalam branding untuk menarik konsumen. G’Martens Resto juga sering menjadi lokasi kolaborasi dengan selebritas lain, sehingga meningkatkan visibilitas brand dan loyalitas pelanggan.

5. Nur Asia Uno – United Food & Beverage

Nur Asia Uno, yang dikenal sebagai pengusaha sekaligus tokoh publik, mengembangkan bisnis kuliner melalui United Food & Beverage, perusahaan yang bergerak di bidang restoran, kafe, dan franchise makanan.

Dengan strategi diversifikasi menu dan lokasi, bisnis kuliner ini mampu menjangkau berbagai segmen pasar. Fokus pada kualitas produk, pelayanan, dan pengalaman bersantap membuat usaha Nur Asia Uno terus berkembang, meskipun persaingan di industri kuliner sangat ketat.

Strategi Bisnis Tokoh Publik dalam Kuliner

Kesuksesan tokoh publik di dunia kuliner tidak semata-mata karena popularitas. Ada beberapa strategi yang mereka terapkan:

  1. Branding yang Kuat: Menggunakan nama besar tokoh publik untuk meningkatkan awareness.
  2. Kualitas Produk: Menjamin rasa dan tampilan makanan sesuai ekspektasi pelanggan.
  3. Media Sosial dan Pemasaran Digital: Memanfaatkan followers untuk promosi dan engagement.
  4. Inovasi Menu dan Konsep: Menawarkan sesuatu yang unik agar berbeda dari kompetitor.
  5. Kolaborasi dan Event: Mengundang selebritas atau membuat acara khusus untuk menarik pelanggan baru.

Dampak Bisnis Kuliner bagi Tokoh Publik

Bisnis kuliner menjadi sumber pendapatan tambahan sekaligus memperkuat brand image tokoh publik. Keberhasilan usaha ini juga dapat meningkatkan loyalitas penggemar karena mereka merasa lebih dekat dengan tokoh favorit melalui pengalaman bersantap.

Selain itu, bisnis kuliner membuka peluang kerja bagi banyak orang, dari barista, koki, hingga manajemen restoran. Hal ini menunjukkan bahwa bisnis ini tidak hanya menguntungkan secara finansial, tetapi juga berdampak sosial positif.

Tantangan yang Harus Dihadapi

Industri kuliner memiliki tantangan tersendiri, termasuk kompetisi ketat, tren yang cepat berubah, dan ekspektasi tinggi dari pelanggan. Tokoh publik harus mampu mengelola bisnis dengan profesional meskipun mereka tetap aktif di dunia hiburan atau bidang lain.

Kehadiran tokoh publik di dunia kuliner bisa menjadi pedang bermata dua. Popularitas membantu promosi, tetapi pelanggan tetap menuntut kualitas dan konsistensi produk. Strategi yang tepat menjadi kunci agar bisnis bertahan jangka panjang.

Dari Raffi Ahmad, Nagita Slavina, Deddy Corbuzier, Gading Marten, hingga Nur Asia Uno, bisnis kuliner menjadi jalan bagi tokoh publik untuk merambah sektor usaha yang menjanjikan. Keberhasilan mereka bukan hanya karena popularitas, tetapi juga kualitas, inovasi, dan strategi branding yang matang.

Industri kuliner yang kompetitif menuntut mereka untuk terus beradaptasi dengan tren dan kebutuhan pelanggan. Bagi masyarakat, kehadiran restoran dan kafe milik tokoh publik tidak hanya menyajikan makanan, tetapi juga pengalaman unik yang menggabungkan hiburan dan kuliner.

Wujudkan Kemandirian Teknologi
Bak Drama Serial Succession, Miliarder Polandia Kalah Gugatan Perebutan Bisnis