Pendidikan Berbasis AI dan Teknologi 2025, Arah Baru Dunia Belajar!

Pendidikan Berbasis AI dan Teknologi 2025, Arah Baru Dunia Belajar!

Franklin County News — Pendidikan global sedang memasuki babak baru dengan adopsi kecerdasan buatan (AI) dan teknologi digital secara masif dalam proses belajar-mengajar. Tahun 2025 menjadi titik balik, di mana sekolah, universitas, dan platform pembelajaran daring memanfaatkan AI untuk personalisasi materi, evaluasi otomatis, hingga memfasilitasi interaksi siswa-guru secara real time. Transformasi ini tidak hanya mempercepat akses pendidikan, tetapi juga mengubah paradigma bagaimana siswa belajar, guru mengajar, dan lembaga pendidikan mengelola kurikulum.

AI dalam Pendidikan: Personalisasi dan Efisiensi Belajar

Salah satu keunggulan utama pendidikan berbasis AI adalah kemampuan menyesuaikan materi pembelajaran sesuai kebutuhan setiap siswa. Teknologi AI memungkinkan platform belajar mengenali kekuatan dan kelemahan siswa melalui analisis data aktivitas belajar, nilai ujian, hingga pola interaksi digital. Dengan cara ini, setiap siswa mendapatkan kurikulum yang personal dan adaptif, sehingga proses belajar menjadi lebih efisien dan efektif.

Contoh implementasi nyata terlihat di beberapa sekolah di Jakarta dan Bandung, di mana platform AI memetakan kemampuan matematika siswa SD hingga SMA, lalu menyesuaikan latihan soal dan tingkat kesulitan sesuai progres mereka. Metode ini terbukti meningkatkan hasil belajar hingga 25% dibanding metode konvensional.

Teknologi Digital Mendukung Kolaborasi dan Interaksi

Selain AI, teknologi digital seperti augmented reality (AR), virtual reality (VR), dan aplikasi pembelajaran interaktif semakin memperkaya pengalaman belajar. Siswa kini bisa belajar sejarah dengan tur virtual ke lokasi bersejarah atau mempelajari biologi dengan simulasi organ tubuh 3D, sehingga pembelajaran lebih menarik dan mendalam.

Guru juga terbantu dengan fitur manajemen kelas berbasis cloud, memungkinkan pengawasan keaktifan siswa, pemberian materi tambahan, hingga evaluasi online secara otomatis. Hal ini menciptakan ekosistem belajar yang lebih fleksibel dan adaptif terhadap perubahan kebutuhan pendidikan di era digital.

Universitas dan Lembaga Pendidikan Bertransformasi

Tahun 2025, banyak universitas ternama di Indonesia seperti Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), dan Universitas Gadjah Mada (UGM) mulai memadukan AI dalam kurikulum mereka. Misalnya, AI digunakan untuk menganalisis data penelitian mahasiswa, membantu deteksi plagiarisme, hingga menyarankan referensi tambahan berdasarkan minat penelitian individu.

Selain itu, program blended learning—kombinasi pembelajaran tatap muka dan daring berbasis AI—menjadi model utama di perguruan tinggi. Mahasiswa dapat belajar secara mandiri di rumah dengan panduan AI, lalu melakukan diskusi atau eksperimen langsung di kampus. Model ini diyakini meningkatkan kemandirian belajar sekaligus kualitas pendidikan akademik.

Platform Belajar Online Berbasis AI Meningkat Pesat

Seiring meningkatnya adopsi AI, platform belajar online juga mengalami lonjakan popularitas. Platform seperti Ruangguru, Zenius, Quipper, dan Edmodo kini mengintegrasikan AI untuk rekomendasi materi, penilaian otomatis, dan mentoring virtual.

Dengan sistem AI ini, siswa dari daerah terpencil pun bisa mengakses pendidikan berkualitas tinggi. Bahkan beberapa platform sudah menyediakan bimbingan karier berbasis AI, menganalisis kemampuan dan minat siswa untuk memberikan rekomendasi jurusan kuliah atau bidang pekerjaan yang sesuai.

Tantangan dan Perhatian dalam Pendidikan AI

Meski menjanjikan, penggunaan AI dalam pendidikan menghadirkan tantangan. Pertama, kesenjangan digital masih menjadi kendala. Tidak semua sekolah atau siswa memiliki akses internet cepat atau perangkat digital yang memadai. Hal ini berpotensi menciptakan ketimpangan dalam kualitas pendidikan.

Kedua, privasi data siswa menjadi isu kritis. Sistem AI memerlukan data belajar yang rinci, sehingga perlindungan data pribadi harus dijaga agar tidak disalahgunakan. Pemerintah dan lembaga pendidikan kini mulai mengatur regulasi untuk keamanan data dalam pembelajaran berbasis AI.

Ketiga, peran guru tetap krusial. AI tidak dapat sepenuhnya menggantikan interaksi manusia yang penting untuk pembentukan karakter, etika, dan keterampilan sosial. Guru harus tetap menjadi fasilitator dan mentor, menggunakan AI sebagai alat bantu untuk meningkatkan kualitas pengajaran.

Dampak Positif pada Kualitas Pendidikan

Berbagai studi internasional menunjukkan bahwa pendidikan berbasis AI dapat meningkatkan efektivitas belajar hingga 30%, mengurangi beban administratif guru, serta membantu lembaga pendidikan melakukan evaluasi secara lebih akurat.

Selain itu, metode ini mempersiapkan siswa untuk menghadapi dunia kerja yang semakin terotomatisasi dan berbasis teknologi, dengan keterampilan digital yang kuat dan kemampuan adaptasi tinggi. AI juga memungkinkan pengembangan pendidikan inklusif bagi siswa berkebutuhan khusus, misalnya dengan materi adaptif bagi siswa dengan gangguan belajar.

Visi Pendidikan 2025: Pembelajaran Berkelanjutan dan Inovatif

Pendidikan berbasis AI dan teknologi menandai arah baru dunia belajar: personalisasi, fleksibilitas, dan keterhubungan global. Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) mendorong program pelatihan guru dan integrasi AI dalam kurikulum nasional.

Dengan dukungan infrastruktur digital dan kebijakan edukatif yang tepat, transformasi pendidikan ini diharapkan menjadi fondasi untuk generasi unggul Indonesia 2030. Siswa tidak hanya belajar untuk lulus ujian, tetapi juga menguasai keterampilan kritis, kreatif, dan digital yang relevan dengan era globalisasi.

Era Baru Dunia Belajar

Tahun 2025 menjadi titik awal revolusi pendidikan berbasis AI dan teknologi. Dengan personalisasi pembelajaran, pengalaman belajar yang interaktif, dan dukungan platform digital, dunia pendidikan semakin inklusif dan adaptif.

AI bukan sekadar alat, tetapi mitra strategis bagi guru dan siswa untuk menciptakan proses belajar yang lebih efektif, efisien, dan menyenangkan. Tantangan seperti kesenjangan digital dan privasi data harus diatasi, namun potensi transformasinya jelas: dunia belajar memasuki era baru di mana teknologi dan manusia bekerja bersama untuk mencetak generasi unggul, kreatif, dan siap menghadapi masa depan.


Polda NTT Pakai Teknologi Maritim Canggih Cari Pelatih Valencia CF Hilang

Polda NTT Pakai Teknologi Maritim Canggih Cari Pelatih Valencia CF Hilang

Franklin County News — Polda Nusa Tenggara Timur (NTT) mengerahkan teknologi maritim canggih untuk melakukan pencarian pelatih sepak bola Valencia CF yang hilang di perairan wilayahnya. Hilangnya pelatih ini memicu perhatian nasional dan internasional karena terkait klub ternama Spanyol tersebut.

Kejadian ini terjadi saat pelatih melakukan kunjungan latihan dan program kerja sama dengan akademi sepak bola lokal di NTT. Informasi awal menyebutkan, pelatih dikabarkan hilang saat berada di perairan sekitar Pulau Flores.

Teknologi Maritim yang Digunakan

Polda NTT menggunakan peralatan maritim mutakhir, termasuk sonar, radar pantai, kapal patroli dengan GPS canggih, dan drone laut. Peralatan ini memungkinkan tim SAR melakukan pemantauan area luas secara simultan dan mendeteksi objek di bawah permukaan laut.

Kapolda NTT menekankan bahwa penggunaan teknologi ini mempercepat pencarian dan meningkatkan peluang menemukan pelatih dalam kondisi aman. Selain itu, data digital dari sonar dan drone akan dianalisis secara real-time untuk memetakan area pencarian yang paling mungkin.

Kolaborasi dengan Lembaga Internasional

Polda NTT bekerja sama dengan pihak Valencia CF dan sejumlah lembaga internasional, termasuk tim SAR dari Spanyol. Kolaborasi ini mencakup pertukaran informasi, koordinasi rute pencarian, dan penggunaan teknologi komunikasi satelit untuk memantau kondisi perairan yang luas.

Kerja sama ini menjadi bukti pentingnya koordinasi lintas negara dalam menangani insiden yang melibatkan warga asing, sekaligus memastikan keselamatan korban.

Strategi Pencarian Terpadu

Tim SAR mengadopsi strategi pencarian terpadu, menggabungkan patroli laut, pemantauan udara, dan analisis pola arus laut. Polda NTT membagi area pencarian menjadi beberapa sektor untuk memastikan tidak ada titik yang terlewat.

Selain itu, cuaca dan kondisi gelombang menjadi pertimbangan penting dalam menentukan jalur pencarian. Tim juga melakukan pengecekan di pulau-pulau kecil sekitar lokasi hilangnya pelatih untuk memastikan kemungkinan korban terdampar atau menyelamatkan diri ke daratan.

Keterlibatan Masyarakat Lokal

Masyarakat pesisir di sekitar lokasi kejadian dilibatkan dalam proses pencarian. Nelayan setempat membantu memberikan informasi terkait pergerakan perahu, arus, dan kondisi laut. Partisipasi warga ini dianggap vital karena mereka memiliki pengetahuan lokal yang mendalam tentang perairan.

Kapolda NTT menyampaikan apresiasi atas partisipasi masyarakat, sekaligus mengimbau untuk tetap waspada dan menjaga keselamatan selama membantu tim SAR.

Tantangan di Perairan NTT

Perairan NTT dikenal memiliki arus kuat, gelombang tinggi, dan wilayah yang luas, sehingga pencarian menjadi sangat menantang. Tim SAR harus menyesuaikan metode pencarian dengan kondisi ini untuk menghindari risiko bagi tim dan meningkatkan peluang menemukan pelatih.

Penggunaan drone dan sonar canggih membantu mengatasi keterbatasan ini, memungkinkan pemantauan secara lebih efisien dibanding metode manual tradisional.

Update Informasi Terkini

Polda NTT secara berkala memberikan informasi terkini mengenai proses pencarian. Media sosial resmi dan siaran pers digunakan untuk menginformasikan masyarakat dan keluarga korban mengenai status pencarian, area yang telah dipantau, serta langkah-langkah selanjutnya.

Transparansi ini diharapkan membantu mengurangi spekulasi dan memastikan komunikasi yang akurat bagi semua pihak yang terlibat.

Dukungan Psikologis untuk Keluarga

Selain operasi pencarian, Polda NTT dan tim dari Valencia CF menyediakan dukungan psikologis untuk keluarga korban. Kehilangan kontak dengan pelatih menimbulkan kecemasan tinggi, sehingga pendampingan ini menjadi bagian penting dari penanganan insiden.

Psikolog membantu keluarga memahami proses pencarian, menerima informasi terbaru, dan menjaga ketenangan mental selama menunggu hasil operasi.

Imbauan Keselamatan bagi Wisatawan dan Atlet

Insiden ini juga menjadi pengingat bagi wisatawan dan atlet yang beraktivitas di perairan NTT untuk selalu memperhatikan protokol keselamatan. Menggunakan pelampung, alat komunikasi darurat, dan memantau cuaca sebelum beraktivitas menjadi hal yang krusial untuk menghindari risiko hilang di laut.

Polda NTT menekankan bahwa teknologi canggih membantu pencarian, namun keselamatan individu tetap menjadi prioritas utama.

Polda NTT memanfaatkan teknologi maritim canggih, kolaborasi internasional, strategi pencarian terpadu, dan dukungan masyarakat lokal untuk menemukan pelatih Valencia CF yang hilang. Meskipun tantangan perairan NTT besar, penggunaan sonar, drone, radar, dan kapal patroli modern meningkatkan peluang keberhasilan operasi.

Koordinasi lintas lembaga, transparansi informasi, dan dukungan psikologis bagi keluarga menjadi bagian penting dari penanganan insiden ini. Insiden ini sekaligus menjadi pengingat pentingnya keselamatan di perairan serta kemampuan teknologi modern untuk membantu operasi SAR di wilayah laut yang kompleks.


AHM Bekali Ribuan Pelajar SMK dengan Teknologi Honda Terbaru

AHM Bekali Ribuan Pelajar SMK dengan Teknologi Honda Terbaru

Franklin County News — PT Astra Honda Motor (AHM) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pendidikan vokasi di Indonesia dengan membekali ribuan pelajar Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dengan teknologi terbaru Honda. Program ini merupakan bagian dari inisiatif Honda Technical Education Program yang bertujuan untuk meningkatkan kompetensi siswa dalam bidang otomotif, khususnya sepeda motor Honda.

AHM menekankan pentingnya penguasaan teknologi modern sebagai bekal bagi siswa untuk siap memasuki dunia industri, sehingga mereka tidak hanya memiliki keterampilan teknis, tetapi juga pemahaman tentang inovasi teknologi yang terus berkembang.

Teknologi Honda Terbaru untuk SMK

Dalam program ini, pelajar diperkenalkan dengan berbagai teknologi terkini Honda, termasuk sistem injeksi bahan bakar terbaru, rangkaian elektronik kendaraan, hingga teknologi keselamatan. AHM menyiapkan modul pembelajaran yang komprehensif, mulai dari teori, praktik, hingga simulasi digital yang memudahkan pemahaman siswa.

“Dengan mengenalkan teknologi terbaru sejak dini, kami berharap lulusan SMK memiliki kompetensi tinggi dan siap bekerja di industri otomotif,” ujar Direktur Teknik dan Produksi AHM, Bapak Hadi Santoso, dalam acara pelatihan di Jakarta.

Skema Pelatihan dan Praktik Lapangan

Program ini dirancang agar siswa tidak hanya belajar di kelas, tetapi juga mendapatkan praktik langsung menggunakan motor Honda terbaru. Setiap peserta memiliki kesempatan untuk merakit, memeriksa, dan memperbaiki unit sepeda motor di bawah pengawasan instruktur profesional dari AHM.

Selain itu, AHM menambahkan sesi simulasi digital menggunakan software otomotif untuk melatih siswa memahami sistem elektronik dan diagnosa kendaraan modern. Pendekatan ini meningkatkan keterampilan praktis sekaligus membekali siswa dengan kemampuan problem-solving di dunia nyata.

Target Ribuan Pelajar SMK

Pada tahun ini, AHM menargetkan lebih dari 5.000 siswa SMK dari berbagai wilayah Indonesia untuk mengikuti program pelatihan ini. Peserta berasal dari SMK mitra yang memiliki jurusan teknik otomotif, sehingga program dapat disesuaikan dengan kebutuhan kurikulum sekolah.

Program ini tidak hanya meningkatkan keterampilan teknis, tetapi juga memperkuat kemampuan siswa dalam menghadapi perkembangan industri kendaraan bermotor yang semakin digital dan otomatis.

Kolaborasi dengan SMK dan Pemerintah

AHM bekerja sama erat dengan Dinas Pendidikan, Kementerian Pendidikan, serta sekolah-sekolah mitra dalam pelaksanaan program. Kolaborasi ini memastikan materi pelatihan relevan dengan standar pendidikan nasional, sekaligus selaras dengan kebutuhan industri otomotif di Indonesia.

Selain itu, pihak sekolah mendapatkan fasilitas pendukung, seperti laboratorium otomotif modern dan alat praktik sesuai standar Honda, sehingga program dapat berjalan optimal dan berkelanjutan.

Manfaat Bagi Siswa dan Industri

Bagi siswa, program ini memberikan kesempatan untuk memahami teknologi terbaru, meningkatkan keterampilan praktis, dan menambah nilai jual di pasar kerja. Banyak peserta yang berharap dapat bergabung dengan industri otomotif, baik sebagai teknisi di bengkel resmi Honda maupun perusahaan otomotif lainnya.

Bagi industri, program ini menghasilkan calon tenaga kerja yang terlatih, adaptif, dan siap menghadapi tantangan teknologi kendaraan modern. Hal ini mendukung pengembangan ekosistem otomotif nasional yang lebih kompetitif dan inovatif.

Inovasi Berkelanjutan di Dunia Pendidikan

AHM menekankan bahwa pembekalan teknologi terbaru bagi pelajar SMK merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk mendukung pendidikan vokasi dan industri 4.0. Dengan inovasi yang berkelanjutan, siswa dapat memahami tren kendaraan listrik, sistem keselamatan canggih, dan teknologi digital otomotif yang tengah berkembang pesat.

“Pendidikan yang adaptif terhadap teknologi baru adalah kunci untuk mencetak generasi muda yang siap bersaing di tingkat nasional maupun internasional,” kata Hadi Santoso.

Testimoni Peserta dan Guru

Siswa SMK peserta pelatihan menyambut antusias kesempatan ini. Banyak yang merasa program ini membantu mereka memahami sistem motor modern dengan lebih praktis dan interaktif. Guru pendamping juga menilai pelatihan ini meningkatkan kualitas pendidikan teknik otomotif di sekolah mereka.

“Saya bisa langsung mempraktikkan teori yang selama ini hanya saya pelajari dari buku. Ini pengalaman berharga untuk masa depan karier saya,” ujar salah satu peserta dari SMK Negeri 1 Jakarta.

Program AHM dalam membekali ribuan pelajar SMK dengan teknologi terbaru Honda menunjukkan komitmen perusahaan terhadap pendidikan vokasi dan pengembangan sumber daya manusia di Indonesia. Melalui pembelajaran praktik dan digital, siswa mendapatkan bekal kompetensi yang relevan dengan industri otomotif modern.

Kolaborasi antara AHM, sekolah, dan pemerintah memastikan program berjalan efektif dan berkelanjutan. Dengan inisiatif ini, diharapkan lulusan SMK tidak hanya memiliki keterampilan teknis, tetapi juga kemampuan adaptasi terhadap teknologi masa depan, sehingga dapat bersaing dan berkontribusi dalam dunia industri otomotif yang terus berkembang.


Wujudkan Kemandirian Teknologi

Wujudkan Kemandirian Teknologi

Franklin County News — Kemandirian teknologi menjadi fokus utama pemerintah Indonesia dalam menghadapi era digital dan persaingan global. Dengan memiliki kemampuan teknologi yang mandiri, negara dapat mengurangi ketergantungan pada produk impor, memperkuat keamanan siber, dan mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis inovasi.

Menteri terkait menekankan bahwa kemandirian teknologi bukan sekadar soal produksi alat, tetapi juga penguasaan ilmu pengetahuan, penelitian, dan inovasi yang mampu diterapkan di berbagai sektor strategis, mulai dari industri, pertahanan, hingga pelayanan publik.

Strategi Pemerintah dalam Mendorong Kemandirian

Pemerintah telah menyusun sejumlah strategi untuk mewujudkan kemandirian teknologi di tanah air:

  1. Investasi Riset dan Pengembangan (R&D)
    Pemerintah meningkatkan anggaran riset untuk mengembangkan teknologi lokal, termasuk di bidang elektronik, energi terbarukan, pertanian, dan kesehatan. Dukungan ini bertujuan menciptakan inovasi yang relevan dengan kebutuhan nasional.
  2. Penguatan Pendidikan dan SDM
    Pendidikan tinggi dan vokasi difokuskan untuk menghasilkan sumber daya manusia (SDM) yang menguasai teknologi modern. Program pelatihan, magang industri, dan kolaborasi dengan institusi internasional diupayakan agar SDM Indonesia siap menghadapi tantangan global.
  3. Pengembangan Ekosistem Startup dan Industri Teknologi
    Pemerintah mendorong terbentuknya ekosistem startup teknologi, inkubator bisnis, dan pusat inovasi. Hal ini memungkinkan lahirnya solusi teknologi yang scalable dan mampu bersaing di pasar internasional.

Inovasi Teknologi Lokal yang Menjanjikan

Beberapa inovasi teknologi lokal sudah mulai menunjukkan potensi besar untuk mendukung kemandirian nasional. Misalnya:

  • Teknologi Pertanian Modern: Penggunaan drone, sensor tanah, dan sistem irigasi otomatis untuk meningkatkan produktivitas.
  • Energi Terbarukan: Pengembangan panel surya, bioenergi, dan turbin angin untuk mengurangi ketergantungan energi fosil.
  • Teknologi Kesehatan: Aplikasi telemedicine, alat diagnostik digital, dan pengembangan vaksin lokal yang mendukung layanan kesehatan lebih cepat dan murah.

Keberhasilan inovasi ini menunjukkan bahwa dengan dukungan riset, regulasi yang tepat, dan kolaborasi industri, kemandirian teknologi dapat diwujudkan secara bertahap.

Tantangan dalam Mewujudkan Kemandirian Teknologi

Meskipun potensi besar, Indonesia menghadapi beberapa tantangan dalam mewujudkan kemandirian teknologi:

  • Ketergantungan pada Teknologi Impor: Banyak komponen teknologi masih harus diimpor, yang menambah biaya dan risiko keterlambatan.
  • Keterbatasan SDM Terampil: Tenaga ahli di bidang teknologi tinggi masih terbatas dibandingkan kebutuhan industri.
  • Pendanaan dan Infrastruktur: Pengembangan teknologi membutuhkan investasi besar, baik untuk laboratorium, pabrik, maupun pusat inovasi.
  • Regulasi dan Perlindungan Kekayaan Intelektual: Perlunya regulasi yang mendukung inovasi lokal dan melindungi hak paten untuk mendorong kreativitas.

Kolaborasi Antarstakeholder

Kemandirian teknologi tidak dapat dicapai oleh pemerintah saja. Kolaborasi antara universitas, industri, startup, dan komunitas inovator menjadi kunci keberhasilan. Misalnya, perusahaan teknologi besar dapat bekerja sama dengan lembaga penelitian untuk mengembangkan produk yang aplikatif, sementara pemerintah menyediakan insentif dan regulasi yang mendukung.

Selain itu, kerja sama internasional tetap diperlukan untuk transfer teknologi, benchmarking, dan mengakses standar global, sambil tetap menjaga kemandirian produksi lokal.

Dampak Kemandirian Teknologi bagi Ekonomi dan Keamanan

Kemandirian teknologi memiliki dampak positif yang luas bagi negara:

  • Ekonomi: Mengurangi ketergantungan impor, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan daya saing produk lokal di pasar global.
  • Keamanan Nasional: Memiliki teknologi kritis sendiri meningkatkan kedaulatan di bidang pertahanan, keamanan siber, dan infrastruktur vital.
  • Inovasi dan Penelitian: Mendorong budaya inovasi dan kemampuan penelitian lokal yang berkelanjutan.
  • Pelayanan Publik: Memperkuat layanan publik, seperti e-government, pendidikan, dan kesehatan digital, dengan teknologi mandiri yang lebih efisien dan murah.

Wujudkan kemandirian teknologi menjadi salah satu agenda strategis Indonesia untuk menghadapi tantangan global dan era digital. Dengan fokus pada riset, pengembangan SDM, penguatan ekosistem startup, serta kolaborasi lintas sektor, negara dapat menciptakan inovasi yang berdampak positif bagi ekonomi, keamanan, dan kualitas hidup masyarakat.

Meski menghadapi tantangan seperti keterbatasan SDM terampil dan ketergantungan komponen impor, langkah-langkah strategis pemerintah, dukungan industri, dan partisipasi aktif akademisi serta komunitas inovator diyakini mampu mendorong Indonesia menuju kemandirian teknologi yang nyata dan berkelanjutan.

Dengan begitu, Indonesia tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga produsen inovasi yang dapat bersaing di tingkat global, memperkuat kedaulatan, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan.


Cerdas Teknologi, Tetap Menjadi Diri Sendiri

Cerdas Teknologi, Tetap Menjadi Diri Sendiri

Franklin County News — Di era digital saat ini, teknologi berkembang dengan pesat dan memengaruhi hampir semua aspek kehidupan manusia. Dari media sosial, aplikasi komunikasi, hingga kecerdasan buatan, teknologi memungkinkan manusia untuk terhubung, bekerja, belajar, dan bersosialisasi dengan cara yang belum pernah terjadi sebelumnya. Namun, di balik kemudahan tersebut, muncul tantangan tersendiri: bagaimana tetap menjadi diri sendiri di tengah derasnya arus informasi dan pengaruh digital.

Banyak orang, terutama generasi muda, mengalami tekanan untuk menyesuaikan diri dengan tren online, mengikuti standar kecantikan, gaya hidup, atau opini tertentu yang sering kali dibesar-besarkan melalui media sosial. Fenomena ini menimbulkan pertanyaan penting: apakah kita menggunakan teknologi sebagai alat untuk meningkatkan kualitas hidup atau justru menjadi korban tekanan sosial digital.

Memahami Peran Teknologi dalam Kehidupan

Teknologi pada dasarnya adalah alat yang dirancang untuk mempermudah kehidupan manusia. Penggunaan yang tepat dapat meningkatkan produktivitas, mempermudah komunikasi, dan membuka peluang belajar serta berkreasi. Namun, bila tidak dikelola dengan bijak, teknologi dapat menimbulkan dampak negatif seperti ketergantungan, FOMO (Fear of Missing Out), dan hilangnya identitas diri.

Ahli psikologi menekankan pentingnya kesadaran diri dalam memanfaatkan teknologi. Memahami tujuan penggunaan teknologi, memilih platform yang relevan, dan menetapkan batasan waktu merupakan langkah awal agar penggunaan digital tetap sehat dan seimbang.

Media Sosial: Sumber Inspirasi atau Tekanan?

Media sosial menjadi salah satu sarana paling berpengaruh dalam membentuk persepsi diri dan identitas seseorang. Di satu sisi, media sosial menawarkan inspirasi, informasi, dan jejaring sosial yang luas. Namun, di sisi lain, tekanan untuk terlihat sempurna atau mengikuti tren bisa membuat seseorang kehilangan jati diri.

Penting bagi pengguna untuk memilah informasi dan konten yang dikonsumsi. Fokus pada hal-hal yang positif dan relevan dengan kebutuhan pribadi membantu menjaga keseimbangan mental dan emosional. Menjadi selektif dalam berinteraksi di dunia maya adalah kunci agar media sosial menjadi alat yang memberdayakan, bukan menekan.

Teknologi dalam Pendidikan dan Karier

Di bidang pendidikan dan karier, teknologi membawa banyak keuntungan. Pembelajaran daring, platform kursus online, dan alat produktivitas digital memungkinkan individu meningkatkan keterampilan tanpa batasan ruang dan waktu.

Namun, di tengah peluang tersebut, tetap penting menjaga kemandirian berpikir. Mengikuti tren skill tertentu atau meniru gaya belajar orang lain boleh saja, tapi menyesuaikannya dengan kebutuhan dan karakter diri sendiri jauh lebih efektif. Dengan cara ini, teknologi menjadi sarana untuk berkembang tanpa harus kehilangan identitas.

Keseimbangan Digital dan Kehidupan Nyata

Salah satu kunci untuk tetap menjadi diri sendiri di era digital adalah membangun keseimbangan antara dunia digital dan kehidupan nyata. Menetapkan batasan waktu untuk layar gadget, menyempatkan diri menikmati aktivitas offline seperti olahraga, membaca buku, atau berkumpul dengan keluarga dan teman, membantu memperkuat identitas pribadi.

Ahli kesehatan mental menyarankan adanya digital detox secara berkala. Dengan cara ini, seseorang dapat menilai kembali apa yang penting, memperbaiki fokus, dan menyadari nilai diri sendiri tanpa terganggu oleh arus informasi digital.

Kreativitas dan Ekspresi Diri melalui Teknologi

Teknologi juga bisa menjadi medium ekspresi diri dan kreativitas. Membuat konten digital, menulis blog, membuat video, atau menggambar digital memungkinkan individu mengekspresikan ide dan passion secara unik. Dengan memanfaatkan teknologi sebagai sarana kreativitas, seseorang bisa tetap otentik dan berbeda, tanpa harus meniru tren yang belum tentu sesuai dengan karakter pribadi.

Kuncinya adalah memahami apa yang ingin disampaikan dan menyesuaikannya dengan nilai-nilai diri. Dengan begitu, teknologi menjadi alat pemberdayaan, bukan alat konformitas sosial.

Menjadi Diri Sendiri di Tengah Transformasi Digital

Transformasi digital tidak dapat dihindari. Generasi saat ini perlu memahami bahwa menjadi cerdas teknologi bukan sekadar mahir menggunakan gadget atau aplikasi terbaru, tetapi juga mengelola diri, menjaga nilai, dan tetap autentik.

Menjadi diri sendiri berarti mampu menentukan prioritas, membangun batasan, dan mengenali apa yang penting bagi kehidupan pribadi, meski tekanan digital sangat kuat. Dengan kesadaran ini, teknologi tidak mengendalikan kehidupan, tetapi justru mendukung pencapaian tujuan dan kebahagiaan individu.

Cerdas Teknologi, Tetap Otentik

Menghadapi era digital, setiap orang ditantang untuk cerdas dalam memanfaatkan teknologi sekaligus tetap setia pada jati diri. Kesadaran diri, literasi digital, dan pengaturan batasan merupakan langkah penting untuk mencapai keseimbangan.

Teknologi seharusnya menjadi alat untuk memperkaya hidup, bukan membuat seseorang kehilangan identitas. Dengan pendekatan yang tepat, individu dapat berkembang secara profesional dan pribadi, tetap kreatif, dan tetap menjadi diri sendiri, meski hidup di dunia yang serba digital.


Jasa Marga Siagakan Teknologi Pantau Lalu Lintas 24,7 Kawal Perjalanan Nataru 2025,2026

Jasa Marga Siagakan Teknologi Pantau Lalu Lintas 24,7 Kawal Perjalanan Nataru 2025,2026

Franklin County News — Menjelang periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026, PT Jasa Marga (Persero) Tbk menyiagakan seluruh sistem teknologi pemantauan lalu lintas secara 24 jam sehari, 7 hari seminggu, guna memastikan kelancaran dan keselamatan perjalanan masyarakat di jalan tol. Periode Nataru dikenal sebagai momen puncak mobilitas, sehingga kesiapan sistem transportasi menjadi prioritas utama.

“Setiap tahun, volume kendaraan meningkat signifikan pada libur panjang Nataru. Untuk itu, kami menyiapkan berbagai teknologi pemantauan canggih agar pengguna jalan dapat melakukan perjalanan dengan aman dan nyaman,” ujar Direktur Operasi Jasa Marga, Ir. Dwi Santoso.

Teknologi Pemantauan Lalu Lintas 24/7

Jasa Marga telah mengintegrasikan berbagai sistem teknologi, termasuk Closed-Circuit Television (CCTV), sensor kecepatan, dan aplikasi monitoring berbasis data real-time. Semua data lalu lintas dipantau melalui command center yang beroperasi selama 24 jam penuh.

Dengan teknologi ini, petugas dapat segera mendeteksi potensi kemacetan, kecelakaan, atau gangguan lainnya di jalan tol. Selain itu, informasi arus lalu lintas dapat disalurkan kepada pengguna melalui papan elektronik, aplikasi mobile Jasa Marga, dan media sosial resmi perusahaan.

“Pemantauan real-time memungkinkan kami mengambil tindakan cepat, seperti membuka jalur darurat, menambah petugas di lapangan, atau menginformasikan alternatif rute kepada pengguna jalan,” jelas Dwi Santoso.

Penambahan Petugas dan Posko Layanan

Selain teknologi, Jasa Marga menambah jumlah petugas di lapangan dan menyiapkan posko layanan di titik-titik strategis sepanjang tol. Posko ini berfungsi untuk memberikan bantuan darurat, informasi lalu lintas, dan pertolongan pertama kepada pengguna jalan yang membutuhkan.

Setiap posko dilengkapi dengan fasilitas komunikasi, alat keselamatan, dan kendaraan operasional untuk menanggapi situasi darurat dengan cepat. Hal ini diharapkan dapat menekan potensi kecelakaan dan mempercepat penanganan saat terjadi gangguan.

Kolaborasi dengan Pihak Kepolisian dan Instansi Terkait

Dalam pengamanan arus Nataru, Jasa Marga bekerja sama erat dengan Kepolisian Republik Indonesia, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), serta instansi terkait lainnya. Kolaborasi ini mencakup pengaturan lalu lintas, patroli bersama, dan koordinasi penanganan kecelakaan atau insiden di jalan tol.

“Keamanan pengguna jalan menjadi prioritas kami. Sinergi antara Jasa Marga, polisi, dan pihak terkait memastikan bahwa setiap insiden dapat ditangani secara cepat dan profesional,” ujar Kombes Pol. Rudi Hartono, Kepala Satlantas setempat.

Tips Perjalanan Aman bagi Pengguna Jalan

Jasa Marga juga mengingatkan masyarakat agar mempersiapkan perjalanan dengan baik. Beberapa tips perjalanan aman antara lain:

  1. Cek Kondisi Kendaraan – Pastikan kendaraan dalam kondisi prima sebelum memulai perjalanan.
  2. Gunakan Rute Alternatif – Pantau informasi lalu lintas dan gunakan jalur alternatif bila terjadi kemacetan.
  3. Istirahat Secara Berkala – Hindari mengemudi dalam kondisi lelah untuk mencegah kecelakaan.
  4. Ikuti Petunjuk Lalu Lintas – Patuhi rambu dan arahan petugas di jalan tol.

Prediksi Arus Lalu Lintas Nataru 2025/2026

Berdasarkan data historis, Jasa Marga memprediksi volume kendaraan meningkat hingga 40% dibanding hari biasa, terutama pada ruas tol utama yang menghubungkan kota-kota besar. Puncak kepadatan diperkirakan terjadi pada H-2 hingga H-1 Natal dan Tahun Baru, serta H+1 setelah perayaan.

Untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan, Jasa Marga menyiapkan rekayasa lalu lintas, termasuk penambahan jalur, pengaturan sistem one way, dan pengaturan buka-tutup gerbang tol tertentu. Semua langkah ini dimaksudkan untuk menjaga kelancaran arus kendaraan dan meminimalkan kemacetan parah.

Dampak Teknologi Pemantauan terhadap Keselamatan

Penerapan teknologi pemantauan secara 24/7 diharapkan dapat menekan angka kecelakaan dan meningkatkan kenyamanan pengguna jalan. Dengan adanya command center yang selalu aktif, setiap gangguan dapat dideteksi lebih awal dan ditangani secara cepat.

Selain itu, informasi lalu lintas yang disampaikan secara real-time melalui aplikasi dan papan elektronik membantu pengemudi menyesuaikan rute perjalanan, sehingga mengurangi kepadatan di ruas tertentu. Hal ini menjadi bukti bahwa teknologi bukan hanya alat pemantauan, tetapi juga alat strategis dalam manajemen transportasi modern.

Menjelang Nataru 2025/2026, kesiapan Jasa Marga dalam memantau lalu lintas secara 24 jam penuh menunjukkan komitmen perusahaan dalam memberikan layanan terbaik bagi masyarakat. Kombinasi teknologi canggih, tambahan petugas, posko layanan, dan kolaborasi dengan pihak terkait menjadi strategi utama dalam menjaga keselamatan dan kelancaran perjalanan.

Masyarakat diminta tetap mengikuti petunjuk lalu lintas, mempersiapkan kendaraan, dan memantau informasi secara real-time agar perjalanan selama libur Nataru aman dan nyaman. Dengan langkah-langkah ini, Jasa Marga berupaya memastikan bahwa setiap perjalanan menjadi lebih efisien, aman, dan menyenangkan bagi seluruh pengguna jalan.


PANRB Ombudsman Kunjungi Kakorlantas, Teknologi Canggih Amankan Nataru

PANRB Ombudsman Kunjungi Kakorlantas, Teknologi Canggih Amankan Nataru

Franklin County News — Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) bersama Ombudsman Republik Indonesia melakukan kunjungan kerja ke Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri. Kunjungan ini bertujuan memastikan kesiapan pelayanan publik dan sistem pengamanan lalu lintas menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Fokus utama kunjungan adalah pemanfaatan teknologi canggih yang diterapkan Korlantas untuk menjaga kelancaran, keamanan, dan keselamatan masyarakat selama periode mobilitas tinggi.

Kunjungan tersebut diterima langsung oleh Kakorlantas Polri Irjen Pol. Aan Suhanan di Command Center Korlantas. Dalam kesempatan itu, PANRB dan Ombudsman meninjau langsung pusat kendali lalu lintas nasional yang menjadi jantung pengelolaan arus kendaraan selama Nataru.

“Momentum Nataru selalu menjadi ujian besar bagi pelayanan publik di sektor lalu lintas. Karena itu, kami ingin memastikan bahwa sistem yang digunakan benar-benar andal dan berorientasi pada keselamatan masyarakat,” ujar perwakilan PANRB.

Command Center Korlantas Jadi Pusat Kendali Nasional

Salah satu sorotan utama dalam kunjungan ini adalah Command Center Korlantas Polri, yang kini dilengkapi berbagai teknologi pemantauan lalu lintas berbasis digital. Melalui sistem ini, petugas dapat memantau kondisi lalu lintas secara real time di berbagai titik strategis, seperti jalan tol, jalur arteri, pelabuhan, bandara, hingga kawasan wisata.

Command Center terintegrasi dengan ribuan kamera CCTV, traffic counting system, serta data dari operator jalan tol. Informasi tersebut digunakan untuk pengambilan keputusan cepat, seperti penerapan rekayasa lalu lintas, contraflow, dan one way apabila terjadi kepadatan kendaraan. Teknologi ini juga memungkinkan koordinasi lintas instansi secara lebih efektif, termasuk dengan Kementerian Perhubungan dan pengelola jalan tol.

Pemanfaatan Teknologi Canggih untuk Keamanan Nataru

Kakorlantas Polri menjelaskan bahwa pengamanan Nataru tahun ini semakin mengandalkan teknologi berbasis digital dan analisis data. Selain pemantauan lalu lintas, Korlantas juga memanfaatkan sistem Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) untuk menegakkan hukum secara elektronik tanpa interaksi langsung dengan pelanggar.

“Dengan ETLE, penegakan hukum menjadi lebih objektif, transparan, dan meminimalisir potensi penyimpangan. Ini sejalan dengan semangat reformasi birokrasi dan pelayanan publik yang bersih,” ujar Irjen Pol. Aan Suhanan.

Ia menambahkan bahwa teknologi tersebut tidak hanya berfungsi sebagai alat penindakan, tetapi juga sarana edukasi agar masyarakat lebih tertib berlalu lintas.

Peran PANRB dalam Reformasi Pelayanan Publik

Kementerian PANRB menilai langkah Korlantas Polri dalam mengadopsi teknologi canggih sebagai bagian dari upaya reformasi birokrasi tematik, khususnya di bidang pelayanan publik. PANRB mendorong agar digitalisasi pelayanan tidak hanya meningkatkan efisiensi, tetapi juga memperkuat akuntabilitas dan kepercayaan masyarakat.

“Penggunaan teknologi harus berdampak langsung pada kualitas layanan. Dalam konteks Nataru, indikator utamanya adalah kelancaran lalu lintas, menurunnya angka kecelakaan, serta meningkatnya rasa aman masyarakat,” ujar pejabat PANRB.

Kementerian juga menekankan pentingnya integrasi data antarinstansi agar pelayanan publik tidak berjalan sektoral.

Ombudsman Soroti Aspek Pengawasan dan Perlindungan Masyarakat

Sementara itu, Ombudsman Republik Indonesia menyoroti aspek pengawasan pelayanan publik dalam pengamanan Nataru. Ombudsman menilai bahwa penggunaan teknologi canggih perlu diimbangi dengan mekanisme pengaduan yang mudah diakses masyarakat.

“Ombudsman memastikan bahwa masyarakat memiliki saluran pengaduan yang jelas apabila mengalami kendala pelayanan, baik di jalan tol, pos pengamanan, maupun layanan kepolisian lainnya,” ujar perwakilan Ombudsman.

Ia juga mengapresiasi langkah Korlantas yang menyediakan layanan informasi lalu lintas secara terbuka melalui media sosial dan aplikasi digital.

Kesiapan Personel dan Pos Pengamanan

Selain teknologi, Korlantas Polri juga menyiapkan puluhan ribu personel yang disiagakan di seluruh Indonesia selama Operasi Lilin Nataru. Personel tersebut ditempatkan di pos pengamanan, pos pelayanan, dan pos terpadu yang tersebar di jalur mudik, kawasan wisata, serta pusat keramaian.

Teknologi digunakan untuk mendukung kerja personel di lapangan, seperti aplikasi pelaporan digital dan sistem komunikasi terintegrasi. Dengan dukungan ini, petugas dapat melaporkan kondisi secara cepat dan akurat, sehingga respons terhadap potensi gangguan lalu lintas bisa dilakukan lebih dini.

Harapan untuk Nataru Aman dan Lancar

PANRB dan Ombudsman berharap sinergi antara pengawasan, reformasi birokrasi, dan inovasi teknologi dapat menciptakan pelayanan lalu lintas yang prima selama Nataru. Kunjungan ini juga menjadi bentuk dukungan moral bagi jajaran Korlantas Polri yang bertugas menjaga keselamatan masyarakat di tengah tingginya mobilitas.

“Kami berharap masyarakat dapat merasakan langsung manfaat dari teknologi dan kerja keras petugas di lapangan. Nataru harus menjadi momen yang aman, nyaman, dan menyenangkan bagi semua,” ujar perwakilan Ombudsman.

Kunjungan PANRB dan Ombudsman ke Korlantas Polri menegaskan pentingnya teknologi canggih dalam pengamanan Nataru sebagai bagian dari peningkatan pelayanan publik. Dengan dukungan Command Center, ETLE, dan sistem digital terintegrasi, Korlantas Polri dinilai semakin siap menghadapi lonjakan arus lalu lintas Natal dan Tahun Baru.

Namun, keberhasilan pengamanan Nataru tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga pada sinergi antarinstansi, kesiapan personel, serta partisipasi masyarakat. Dengan kolaborasi yang kuat dan pengawasan yang berkelanjutan, diharapkan pelaksanaan Nataru tahun ini dapat berlangsung aman, lancar, dan menjadi contoh nyata pelayanan publik yang modern dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.


Manfaat Teknologi Drone Thermal untuk Konservasi Satwa Liar

Manfaat Teknologi Drone Thermal untuk Konservasi Satwa Liar

Franklin County News — Perkembangan teknologi drone mengalami lonjakan pesat dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu inovasi yang kini banyak dimanfaatkan dalam bidang lingkungan adalah drone thermal, yaitu pesawat tanpa awak yang dilengkapi kamera pencitraan panas. Teknologi ini memungkinkan pendeteksian objek berdasarkan suhu tubuh, sehingga sangat efektif digunakan dalam upaya konservasi satwa liar, terutama di kawasan hutan lebat dan wilayah terpencil.

Drone thermal dinilai mampu menjawab tantangan klasik konservasi, seperti keterbatasan tenaga manusia, medan sulit, serta risiko keselamatan bagi petugas lapangan. Dengan teknologi ini, pemantauan satwa dapat dilakukan lebih cepat, akurat, dan minim gangguan terhadap habitat alami.

Cara Kerja Drone Thermal dalam Pemantauan Satwa

Drone thermal bekerja dengan menangkap radiasi panas yang dipancarkan oleh tubuh makhluk hidup. Kamera thermal akan menampilkan perbedaan suhu dalam bentuk visual berwarna, sehingga satwa liar dapat terdeteksi meski berada di balik semak, pepohonan, atau dalam kondisi gelap.

Keunggulan utama teknologi ini adalah kemampuannya beroperasi pada malam hari atau saat visibilitas rendah. Satwa yang aktif secara nokturnal, seperti harimau, gajah, dan badak, dapat dipantau tanpa harus mengganggu aktivitas alaminya. Hal ini memberikan data yang lebih akurat terkait perilaku, populasi, dan pola pergerakan satwa.

Efisiensi dalam Pendataan Populasi Satwa

Salah satu manfaat utama drone thermal adalah efisiensi pendataan populasi satwa liar. Metode konvensional seperti patroli darat atau kamera jebak memerlukan waktu lama dan cakupan area yang terbatas. Dengan drone, area yang luas dapat dipantau dalam waktu singkat.

Data yang dikumpulkan melalui pencitraan thermal membantu peneliti memperkirakan jumlah individu, mengidentifikasi lokasi persebaran, serta memantau perubahan populasi dari waktu ke waktu. Informasi ini sangat penting dalam menyusun kebijakan perlindungan satwa dan evaluasi efektivitas program konservasi.

Mendukung Pencegahan Perburuan Liar

Perburuan liar masih menjadi ancaman serius bagi kelestarian satwa dilindungi. Drone thermal berperan penting dalam mendeteksi aktivitas ilegal di kawasan konservasi. Kamera thermal mampu menangkap keberadaan manusia di area terlarang, bahkan pada malam hari, sehingga patroli dapat segera mengambil tindakan.

Beberapa taman nasional dan lembaga konservasi telah memanfaatkan drone thermal untuk memperkuat sistem pengawasan. Hasilnya, tingkat perburuan liar dapat ditekan karena pengawasan menjadi lebih ketat dan respons petugas lebih cepat.

Perlindungan Satwa dalam Situasi Darurat

Teknologi drone thermal juga sangat berguna dalam situasi darurat, seperti kebakaran hutan dan banjir. Dalam kondisi ini, satwa liar sering terjebak dan sulit ditemukan. Drone thermal memungkinkan tim penyelamat mendeteksi keberadaan satwa yang terisolasi atau terluka.

Dengan informasi lokasi yang akurat, proses evakuasi dan penyelamatan dapat dilakukan lebih efektif. Selain menyelamatkan satwa, teknologi ini juga membantu petugas memastikan area aman sebelum tim darat diterjunkan, sehingga mengurangi risiko kecelakaan.

Minim Gangguan terhadap Habitat Alami

Berbeda dengan metode pemantauan langsung yang berpotensi mengganggu satwa, drone thermal menawarkan pendekatan non-invasif. Drone dapat terbang pada ketinggian tertentu tanpa menimbulkan suara bising berlebihan, sehingga tidak mengubah perilaku alami satwa.

Pendekatan ini sangat penting dalam konservasi modern yang menekankan keseimbangan antara pengumpulan data dan perlindungan habitat. Dengan gangguan minimal, hasil pengamatan menjadi lebih objektif dan mencerminkan kondisi alami satwa di alam liar.

Tantangan dan Keterbatasan Teknologi

Meski memiliki banyak keunggulan, penggunaan drone thermal juga menghadapi sejumlah tantangan. Biaya pengadaan dan perawatan perangkat relatif tinggi, sehingga tidak semua lembaga konservasi mampu mengakses teknologi ini. Selain itu, diperlukan operator terlatih untuk mengendalikan drone dan menginterpretasikan data thermal secara akurat.

Faktor cuaca juga dapat memengaruhi kualitas pencitraan. Hujan lebat, kabut tebal, dan suhu lingkungan yang ekstrem berpotensi mengurangi akurasi deteksi panas. Oleh karena itu, penggunaan drone thermal perlu dikombinasikan dengan metode konservasi lain agar hasilnya optimal.

Kolaborasi Teknologi dan Konservasi

Keberhasilan pemanfaatan drone thermal sangat bergantung pada kolaborasi antara pemerintah, lembaga konservasi, akademisi, dan sektor swasta. Pelatihan sumber daya manusia, pengembangan regulasi, serta dukungan pendanaan menjadi kunci agar teknologi ini dapat digunakan secara berkelanjutan.

Beberapa proyek kolaboratif menunjukkan bahwa integrasi drone thermal dengan kecerdasan buatan mampu meningkatkan akurasi identifikasi spesies dan analisis perilaku satwa. Inovasi ini membuka peluang baru dalam konservasi berbasis data.

Masa Depan Konservasi Satwa dengan Drone Thermal

Ke depan, teknologi drone thermal diprediksi akan menjadi bagian tak terpisahkan dari strategi konservasi satwa liar. Dengan pengembangan teknologi yang semakin terjangkau dan canggih, penggunaannya dapat diperluas ke berbagai kawasan konservasi, termasuk di negara berkembang.

Teknologi ini juga berpotensi mendukung edukasi dan kesadaran publik melalui visualisasi data yang menarik dan informatif. Dengan demikian, konservasi tidak hanya menjadi tugas para ahli, tetapi juga gerakan bersama yang melibatkan masyarakat luas.

Teknologi drone thermal membawa perubahan signifikan dalam upaya konservasi satwa liar. Kemampuannya mendeteksi satwa berdasarkan panas tubuh, beroperasi di kondisi sulit, serta mendukung pencegahan perburuan liar menjadikannya alat yang sangat berharga.

Meski menghadapi tantangan biaya dan teknis, manfaat yang ditawarkan jauh lebih besar jika dikelola dengan baik. Dengan kolaborasi lintas sektor dan pengembangan berkelanjutan, drone thermal dapat menjadi solusi efektif untuk menjaga kelestarian satwa liar dan keseimbangan ekosistem di masa depan.


Tim Korosi ITS Ajak Siswa SMAN 9 Surabaya Pelajari Teknologi Anti-Karat Kapal Laut

Tim Korosi ITS Ajak Siswa SMAN 9 Surabaya Pelajari Teknologi Anti-Karat Kapal Laut

Franklin County News — Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya terus berkomitmen menumbuhkan minat generasi muda terhadap sains dan teknologi. Salah satu wujud nyata komitmen tersebut ditunjukkan melalui kegiatan edukasi yang dilakukan Tim Korosi ITS dengan mengajak siswa SMAN 9 Surabaya mempelajari teknologi anti-korosi atau anti-karat pada kapal laut. Kegiatan ini menjadi sarana pengenalan teknologi maritim sekaligus membuka wawasan siswa tentang pentingnya riset dan inovasi di bidang kelautan.

Tim Korosi ITS menilai pengenalan teknologi maritim kepada pelajar sekolah menengah sangat penting, mengingat Indonesia merupakan negara maritim dengan wilayah laut yang luas. Melalui kegiatan ini, siswa diperkenalkan pada konsep dasar korosi, penyebab terjadinya karat pada kapal laut, serta dampaknya terhadap keselamatan dan efisiensi operasional kapal.

Ketua Tim Korosi ITS, Dr. Ir. Ahmad Prasetyo, menjelaskan bahwa korosi merupakan salah satu tantangan terbesar dalam industri maritim.

“Kapal laut beroperasi di lingkungan ekstrem dengan kadar garam tinggi yang mempercepat proses korosi. Jika tidak ditangani dengan teknologi yang tepat, kerusakan dapat terjadi lebih cepat dan membahayakan,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, siswa SMAN 9 Surabaya mendapatkan materi tentang berbagai teknologi anti-karat yang digunakan pada kapal laut. Mulai dari penggunaan cat pelindung khusus, sistem proteksi katodik, hingga pemanfaatan material tahan korosi yang kini banyak dikembangkan melalui riset.

Tim Korosi ITS juga memaparkan bagaimana teknologi anti-korosi berperan penting dalam memperpanjang usia pakai kapal, menekan biaya perawatan, dan meningkatkan keselamatan pelayaran. Materi disampaikan dengan pendekatan interaktif agar mudah dipahami oleh siswa.

“Teknologi anti-korosi bukan hanya soal teknik, tetapi juga bagian dari upaya efisiensi dan keselamatan di sektor maritim,” tambah Ahmad Prasetyo.

Selain pemaparan teori, siswa juga diajak mengikuti sesi praktik dan demonstrasi sederhana. Dalam sesi ini, Tim Korosi ITS menunjukkan contoh material logam yang mengalami korosi serta material yang telah dilapisi teknologi anti-karat. Siswa dapat melihat langsung perbedaan kondisi permukaan logam dan memahami cara kerja perlindungan anti-korosi.

Demonstrasi ini disambut antusias oleh para siswa. Banyak di antara mereka yang mengajukan pertanyaan terkait proses penelitian, penggunaan teknologi di industri, hingga peluang karier di bidang teknik kelautan dan material.

“Kami ingin siswa tidak hanya mendengar teori, tetapi juga melihat langsung bagaimana teknologi bekerja. Ini penting untuk menumbuhkan rasa ingin tahu dan minat mereka,” jelas salah satu anggota Tim Korosi ITS.

Kegiatan ini juga bertujuan menumbuhkan minat siswa terhadap dunia riset dan inovasi. ITS berharap, melalui pengenalan langsung terhadap penelitian yang aplikatif, siswa dapat memahami bahwa sains dan teknologi memiliki peran nyata dalam kehidupan sehari-hari dan pembangunan nasional.

Guru pendamping dari SMAN 9 Surabaya menyambut baik kegiatan ini. Menurutnya, pembelajaran di luar kelas seperti ini memberikan pengalaman berharga bagi siswa.

“Anak-anak jadi lebih memahami bagaimana ilmu yang mereka pelajari di sekolah diterapkan di dunia nyata, khususnya di industri maritim,” ujarnya.

Sebagai salah satu perguruan tinggi teknik terkemuka di Indonesia, ITS memiliki peran strategis dalam pengembangan teknologi maritim. Riset korosi dan teknologi anti-karat menjadi salah satu fokus untuk mendukung industri perkapalan nasional agar lebih efisien, aman, dan berdaya saing.

Tim Korosi ITS secara aktif melakukan penelitian, pengujian material, serta pengembangan teknologi perlindungan logam yang dapat diaplikasikan pada kapal laut, pelabuhan, dan infrastruktur kelautan lainnya. Hasil riset ini tidak hanya dimanfaatkan oleh industri, tetapi juga menjadi bahan edukasi bagi masyarakat dan pelajar.

Melalui kegiatan edukasi ini, Tim Korosi ITS berharap siswa memahami bahwa teknologi anti-korosi memiliki peran vital dalam menjaga keselamatan dan keberlanjutan industri maritim. Kerusakan akibat karat tidak hanya berdampak pada biaya perbaikan, tetapi juga berisiko menimbulkan kecelakaan laut.

“Kesadaran tentang korosi dan cara pencegahannya harus ditanamkan sejak dini. Dengan begitu, generasi muda akan lebih siap menghadapi tantangan teknologi di masa depan,” kata Ahmad Prasetyo.

Para siswa SMAN 9 Surabaya mengaku antusias mengikuti kegiatan ini. Mereka merasa mendapatkan pengetahuan baru yang jarang diperoleh di bangku sekolah. Beberapa siswa bahkan menyatakan ketertarikannya untuk melanjutkan studi di bidang teknik, khususnya teknik kelautan dan material.

Tim Korosi ITS berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan dengan melibatkan lebih banyak sekolah. Kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah menengah dinilai efektif dalam menyiapkan generasi muda yang melek teknologi dan siap berkontribusi bagi pembangunan nasional.


Khofifah, OPOP Harus Naik Kelas Lewat Inovasi dan Teknologi ITS

Khofifah, OPOP Harus Naik Kelas Lewat Inovasi dan Teknologi ITS

Franklin County News — Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menegaskan bahwa program One Pesantren One Product (OPOP) harus naik kelas melalui pemanfaatan inovasi dan teknologi. Hal ini disampaikan dalam kunjungan resmi ke Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, di mana Gubernur berinteraksi langsung dengan mahasiswa dan peneliti yang bergerak di bidang inovasi industri dan teknologi digital.

Program OPOP bertujuan mendorong setiap pesantren di Jawa Timur memiliki produk unggulan yang dapat dikembangkan secara mandiri. Selama ini, program tersebut telah menghasilkan berbagai produk, mulai dari makanan olahan, kerajinan tangan, hingga produk teknologi sederhana. Khofifah menekankan bahwa langkah selanjutnya adalah mengembangkan produk tersebut melalui inovasi dan digitalisasi agar bisa bersaing di pasar nasional maupun global.

“Produk pesantren memiliki potensi besar, tapi untuk naik kelas, kita harus mengintegrasikan teknologi dan inovasi. ITS menjadi mitra strategis untuk mewujudkan hal ini,” ujar Khofifah di kampus ITS, Jumat (20/12/2025).

ITS sebagai salah satu perguruan tinggi teknologi terkemuka di Indonesia memiliki kapasitas untuk membantu pesantren dalam hal penelitian, pengembangan produk, dan strategi pemasaran digital. Mahasiswa dan dosen ITS berperan sebagai mentor dalam proses inovasi produk OPOP, mulai dari desain, prototyping, hingga digitalisasi pemasaran.

“Kami siap mendukung program OPOP dengan pendekatan riset dan inovasi. Mahasiswa ITS bisa membantu pesantren meningkatkan kualitas produk, efisiensi produksi, dan akses ke pasar yang lebih luas,” jelas Prof. Mochamad Ashari, Rektor ITS.

Pemanfaatan teknologi menjadi kunci dalam meningkatkan kualitas dan daya saing produk OPOP. Khofifah menekankan penggunaan teknologi modern seperti otomasi produksi, pengemasan kreatif, serta pemanfaatan platform e-commerce untuk memasarkan produk. Teknologi ini tidak hanya mempercepat proses produksi, tetapi juga meningkatkan standar kualitas dan estetika produk pesantren.

“Saat ini, digital marketing dan platform online menjadi jembatan untuk menembus pasar yang lebih luas. Pesantren tidak lagi terbatas pada penjualan lokal, tapi bisa merambah pasar nasional bahkan internasional,” kata Khofifah.

Selain teknologi, inovasi produk juga menjadi perhatian utama. Setiap pesantren diharapkan memiliki keunikan tersendiri dalam produknya, baik dari segi rasa, desain, maupun kemasan. ITS membantu menciptakan prototipe baru, branding, dan strategi pemasaran berbasis digital. Hal ini memungkinkan produk pesantren memiliki nilai tambah yang lebih tinggi dan dikenal luas.

“Kreativitas dan inovasi menjadi pembeda. Produk yang unik dan berkualitas tinggi akan lebih mudah diterima pasar,” ujar Prof. Mochamad Ashari.

Khofifah juga menekankan pentingnya penguatan kapasitas sumber daya manusia di pesantren. Program pelatihan dan workshop digelar untuk mengajarkan manajemen produksi, digital marketing, desain produk, hingga penggunaan aplikasi teknologi untuk meningkatkan efisiensi. Dengan demikian, pesantren dapat mandiri dan berkelanjutan dalam mengembangkan produknya.

“SDM yang terampil menjadi fondasi utama agar program OPOP berjalan efektif. Pesantren harus memiliki kapasitas untuk mengelola produk dengan standar tinggi,” kata Khofifah.

Peningkatan kualitas OPOP melalui inovasi dan teknologi diproyeksikan berdampak signifikan terhadap ekonomi lokal. Produk pesantren yang naik kelas tidak hanya meningkatkan pendapatan pesantren, tetapi juga membuka lapangan kerja bagi masyarakat sekitar. Selain itu, penguatan ekonomi pesantren mendukung pengembangan pendidikan dan kesejahteraan santri.

“Ketika produk pesantren naik kelas, bukan hanya pesantren yang untung. Ekonomi lokal pun ikut terdongkrak, dan santri mendapatkan pengalaman wirausaha yang berharga,” jelas Khofifah.

Kolaborasi ITS dan OPOP akan dilakukan secara bertahap. Tahap pertama fokus pada identifikasi produk unggulan dan analisis potensi inovasi. Tahap kedua mencakup pengembangan prototipe, branding, dan pelatihan digital marketing. Tahap terakhir adalah pemasaran produk secara luas melalui platform e-commerce dan jaringan distribusi nasional maupun internasional.

“Strategi ini memastikan bahwa setiap langkah terukur dan memberikan dampak nyata bagi pesantren,” kata Prof. Ashari.

Gubernur Khofifah menegaskan bahwa pemerintah provinsi akan memberikan dukungan penuh dalam bentuk anggaran, fasilitas, dan regulasi yang mempermudah pengembangan OPOP. Pemerintah juga mendorong keterlibatan berbagai pihak, termasuk akademisi, industri, dan masyarakat, untuk menciptakan ekosistem inovasi yang mendukung keberlanjutan program.

“Kita ingin OPOP menjadi model pengembangan ekonomi berbasis pesantren yang inovatif dan mandiri. Dengan dukungan teknologi dan inovasi, produk pesantren bisa bersaing di pasar global,” tutup Khofifah.

Program One Pesantren One Product (OPOP) di Jawa Timur kini memasuki fase transformasi menuju produk berkualitas tinggi dan berdaya saing global. Melalui kolaborasi dengan ITS, pemanfaatan teknologi, inovasi produk, dan penguatan kapasitas SDM, OPOP diharapkan mampu naik kelas. Program ini tidak hanya meningkatkan ekonomi pesantren, tetapi juga memberikan dampak sosial positif bagi masyarakat, menciptakan ekosistem inovasi yang berkelanjutan, dan menjadikan pesantren sebagai pusat kreativitas dan kewirausahaan di era digital.