Farhan Sebut Bandung Kota Swarming Kreativitas Teknologi dan Seni Beriringan

Farhan Sebut Bandung Kota Swarming Kreativitas Teknologi dan Seni Beriringan

Franklin County News — Wali Kota Bandung, Farhan, menegaskan bahwa Bandung kini menjadi kota swarming kreativitas, di mana berbagai elemen seni, teknologi, dan inovasi berjalan bersamaan untuk menciptakan ekosistem kreatif yang dinamis. Pernyataan ini disampaikan saat menghadiri forum kreatifitas dan teknologi Bandung 2026, yang diikuti pelaku startup, seniman, akademisi, dan masyarakat umum.

Farhan menyatakan, “Bandung memiliki potensi luar biasa. Kreativitas masyarakatnya, dukungan teknologi, dan budaya seni harus saling beriringan agar kota ini terus menjadi pusat inovasi dan inspirasi bagi Indonesia maupun dunia.”

Menurut Farhan, istilah swarming kreativitas menggambarkan fenomena di mana banyak individu dan komunitas kreatif bergerak secara kolaboratif, saling mendukung, dan menciptakan produk-produk inovatif yang berdampak luas.

Kolaborasi Seni dan Teknologi

Salah satu fokus utama Farhan adalah mendorong kolaborasi antara seni dan teknologi. Ia menekankan bahwa kemajuan teknologi tidak boleh mengabaikan nilai-nilai budaya dan ekspresi kreatif.

“Bandung harus menjadi contoh kota di mana seni, desain, dan teknologi berjalan beriringan. Startup digital harus memanfaatkan estetika seni, sementara seniman dapat memanfaatkan teknologi untuk memperluas jangkauan karya mereka,” ujar Farhan.

Praktik ini sudah terlihat di beberapa kawasan kreatif Bandung, seperti Kampus Kreatif, Braga City Walk, dan kawasan ITB Creative Hub, di mana galeri seni, ruang coworking, dan startup teknologi berdampingan, menciptakan ekosistem inovasi yang hidup.

Dukungan Pemerintah dan Infrastruktur

Farhan menekankan pentingnya dukungan pemerintah untuk mewujudkan visi ini. Beberapa langkah yang telah dilakukan pemerintah kota Bandung meliputi:

  • Penyediaan ruang kreatif terbuka untuk seniman dan inovator.
  • Program inkubasi startup dan pelatihan teknologi untuk generasi muda.
  • Fasilitas event dan festival kreatif sebagai platform kolaborasi antara seniman, desainer, dan developer.

“Kami ingin memastikan bahwa para pelaku kreatif memiliki akses yang mudah ke fasilitas, jaringan, dan pendanaan. Dengan dukungan ini, inovasi dan seni tidak hanya menjadi kegiatan lokal, tetapi bisa menembus pasar nasional dan internasional,” terang Farhan.

Peluang Ekonomi dari Kreativitas

Fenomena swarming kreativitas ini juga memiliki dampak ekonomi signifikan. Kota Bandung mulai dikenal sebagai pusat ekonomi kreatif, yang menghasilkan peluang kerja baru, meningkatkan pendapatan masyarakat, dan mendorong investasi di sektor teknologi dan budaya.

Farhan menambahkan, “Kreativitas yang terintegrasi dengan teknologi menghasilkan produk-produk unggulan, mulai dari aplikasi digital, desain fashion, kerajinan tangan, hingga animasi dan konten media. Semua ini bisa meningkatkan daya saing Bandung di tingkat nasional maupun global.”

Selain itu, kolaborasi antara sektor publik, swasta, dan komunitas kreatif membantu menciptakan ekosistem yang berkelanjutan, di mana inovasi terus berkembang tanpa menghilangkan identitas budaya lokal.

Pendidikan dan Generasi Muda

Farhan menekankan bahwa pendidikan menjadi kunci dalam membangun kota kreatif. Generasi muda didorong untuk menguasai keterampilan teknologi sekaligus menghargai seni dan budaya.

Program STEM+Art di sekolah dan universitas menjadi contoh upaya integrasi pendidikan teknologi dengan seni. Para siswa belajar coding, desain grafis, animasi, sekaligus musik dan seni visual. Langkah ini diharapkan mencetak generasi kreatif yang siap menghadapi tantangan ekonomi digital global.

Tantangan dan Strategi Masa Depan

Meskipun Bandung menunjukkan potensi besar, Farhan mengakui bahwa tantangan tetap ada. Beberapa tantangan yang dihadapi antara lain:

  • Kesenjangan akses teknologi bagi pelaku seni tradisional dan komunitas lokal.
  • Pendanaan terbatas untuk startup kreatif dan proyek seni inovatif.
  • Koordinasi lintas sektor yang harus lebih efektif agar kolaborasi berjalan mulus.

Untuk mengatasi hal ini, pemerintah kota telah menyusun strategi: memperluas akses internet cepat, menyediakan program hibah kreatif, dan membangun platform digital untuk kolaborasi dan promosi karya seni.

Bandung, menurut Farhan, bukan hanya kota kreatif biasa, tetapi kota swarming kreativitas, di mana seni, teknologi, dan inovasi berjalan beriringan membentuk ekosistem dinamis. Dukungan pemerintah, pendidikan, dan kolaborasi lintas sektor menjadi kunci keberhasilan.

Fenomena ini menunjukkan bahwa kota modern tidak cukup hanya maju secara teknologi atau ekonomi, tetapi juga harus menjaga nilai budaya dan kreativitas warganya. Dengan pendekatan ini, Bandung dapat menjadi model kota kreatif yang inspiratif, produktif, dan berkelanjutan, siap bersaing di tingkat nasional maupun global.

Farhan menutup pernyataannya dengan pesan optimis: “Jika kreativitas, teknologi, dan seni saling mendukung, Bandung akan terus menjadi kota inovasi yang tidak hanya hidup di hari ini, tetapi juga berpengaruh di masa depan.”

Harga Rumah Naik Tipis, Inflasi Jadi Penantang Utama
HP Menyemarakkan CES 2026, Menyodorkan Teknologi Termutakhir