PANRB Ombudsman Kunjungi Kakorlantas, Teknologi Canggih Amankan Nataru

PANRB Ombudsman Kunjungi Kakorlantas, Teknologi Canggih Amankan Nataru

Franklin County News — Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) bersama Ombudsman Republik Indonesia melakukan kunjungan kerja ke Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri. Kunjungan ini bertujuan memastikan kesiapan pelayanan publik dan sistem pengamanan lalu lintas menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Fokus utama kunjungan adalah pemanfaatan teknologi canggih yang diterapkan Korlantas untuk menjaga kelancaran, keamanan, dan keselamatan masyarakat selama periode mobilitas tinggi.

Kunjungan tersebut diterima langsung oleh Kakorlantas Polri Irjen Pol. Aan Suhanan di Command Center Korlantas. Dalam kesempatan itu, PANRB dan Ombudsman meninjau langsung pusat kendali lalu lintas nasional yang menjadi jantung pengelolaan arus kendaraan selama Nataru.

“Momentum Nataru selalu menjadi ujian besar bagi pelayanan publik di sektor lalu lintas. Karena itu, kami ingin memastikan bahwa sistem yang digunakan benar-benar andal dan berorientasi pada keselamatan masyarakat,” ujar perwakilan PANRB.

Command Center Korlantas Jadi Pusat Kendali Nasional

Salah satu sorotan utama dalam kunjungan ini adalah Command Center Korlantas Polri, yang kini dilengkapi berbagai teknologi pemantauan lalu lintas berbasis digital. Melalui sistem ini, petugas dapat memantau kondisi lalu lintas secara real time di berbagai titik strategis, seperti jalan tol, jalur arteri, pelabuhan, bandara, hingga kawasan wisata.

Command Center terintegrasi dengan ribuan kamera CCTV, traffic counting system, serta data dari operator jalan tol. Informasi tersebut digunakan untuk pengambilan keputusan cepat, seperti penerapan rekayasa lalu lintas, contraflow, dan one way apabila terjadi kepadatan kendaraan. Teknologi ini juga memungkinkan koordinasi lintas instansi secara lebih efektif, termasuk dengan Kementerian Perhubungan dan pengelola jalan tol.

Pemanfaatan Teknologi Canggih untuk Keamanan Nataru

Kakorlantas Polri menjelaskan bahwa pengamanan Nataru tahun ini semakin mengandalkan teknologi berbasis digital dan analisis data. Selain pemantauan lalu lintas, Korlantas juga memanfaatkan sistem Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) untuk menegakkan hukum secara elektronik tanpa interaksi langsung dengan pelanggar.

“Dengan ETLE, penegakan hukum menjadi lebih objektif, transparan, dan meminimalisir potensi penyimpangan. Ini sejalan dengan semangat reformasi birokrasi dan pelayanan publik yang bersih,” ujar Irjen Pol. Aan Suhanan.

Ia menambahkan bahwa teknologi tersebut tidak hanya berfungsi sebagai alat penindakan, tetapi juga sarana edukasi agar masyarakat lebih tertib berlalu lintas.

Peran PANRB dalam Reformasi Pelayanan Publik

Kementerian PANRB menilai langkah Korlantas Polri dalam mengadopsi teknologi canggih sebagai bagian dari upaya reformasi birokrasi tematik, khususnya di bidang pelayanan publik. PANRB mendorong agar digitalisasi pelayanan tidak hanya meningkatkan efisiensi, tetapi juga memperkuat akuntabilitas dan kepercayaan masyarakat.

“Penggunaan teknologi harus berdampak langsung pada kualitas layanan. Dalam konteks Nataru, indikator utamanya adalah kelancaran lalu lintas, menurunnya angka kecelakaan, serta meningkatnya rasa aman masyarakat,” ujar pejabat PANRB.

Kementerian juga menekankan pentingnya integrasi data antarinstansi agar pelayanan publik tidak berjalan sektoral.

Ombudsman Soroti Aspek Pengawasan dan Perlindungan Masyarakat

Sementara itu, Ombudsman Republik Indonesia menyoroti aspek pengawasan pelayanan publik dalam pengamanan Nataru. Ombudsman menilai bahwa penggunaan teknologi canggih perlu diimbangi dengan mekanisme pengaduan yang mudah diakses masyarakat.

“Ombudsman memastikan bahwa masyarakat memiliki saluran pengaduan yang jelas apabila mengalami kendala pelayanan, baik di jalan tol, pos pengamanan, maupun layanan kepolisian lainnya,” ujar perwakilan Ombudsman.

Ia juga mengapresiasi langkah Korlantas yang menyediakan layanan informasi lalu lintas secara terbuka melalui media sosial dan aplikasi digital.

Kesiapan Personel dan Pos Pengamanan

Selain teknologi, Korlantas Polri juga menyiapkan puluhan ribu personel yang disiagakan di seluruh Indonesia selama Operasi Lilin Nataru. Personel tersebut ditempatkan di pos pengamanan, pos pelayanan, dan pos terpadu yang tersebar di jalur mudik, kawasan wisata, serta pusat keramaian.

Teknologi digunakan untuk mendukung kerja personel di lapangan, seperti aplikasi pelaporan digital dan sistem komunikasi terintegrasi. Dengan dukungan ini, petugas dapat melaporkan kondisi secara cepat dan akurat, sehingga respons terhadap potensi gangguan lalu lintas bisa dilakukan lebih dini.

Harapan untuk Nataru Aman dan Lancar

PANRB dan Ombudsman berharap sinergi antara pengawasan, reformasi birokrasi, dan inovasi teknologi dapat menciptakan pelayanan lalu lintas yang prima selama Nataru. Kunjungan ini juga menjadi bentuk dukungan moral bagi jajaran Korlantas Polri yang bertugas menjaga keselamatan masyarakat di tengah tingginya mobilitas.

“Kami berharap masyarakat dapat merasakan langsung manfaat dari teknologi dan kerja keras petugas di lapangan. Nataru harus menjadi momen yang aman, nyaman, dan menyenangkan bagi semua,” ujar perwakilan Ombudsman.

Kunjungan PANRB dan Ombudsman ke Korlantas Polri menegaskan pentingnya teknologi canggih dalam pengamanan Nataru sebagai bagian dari peningkatan pelayanan publik. Dengan dukungan Command Center, ETLE, dan sistem digital terintegrasi, Korlantas Polri dinilai semakin siap menghadapi lonjakan arus lalu lintas Natal dan Tahun Baru.

Namun, keberhasilan pengamanan Nataru tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga pada sinergi antarinstansi, kesiapan personel, serta partisipasi masyarakat. Dengan kolaborasi yang kuat dan pengawasan yang berkelanjutan, diharapkan pelaksanaan Nataru tahun ini dapat berlangsung aman, lancar, dan menjadi contoh nyata pelayanan publik yang modern dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.

Kondisi Bisnis dan Tenaga Kerja Lesu, Indeks Kepercayaan Konsumen AS Jeblok
Venezuela Tak Tinggal Diam Usai Kapal Tankernya Diblokade Amerika